Inflasi Terjaga di Target 2,5% plus minus 1%, Gubernur BI Ungkap Alasan Ditahannya Suku Bunga BI Rate
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Gubernur Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti menyebut bahwa keputusan tak menaikkan suku bunga bank sentral atau BI Rate karena sejumlah alasan. Satu alasan mendasar yaitu jangkar kebijakan bank sentral yaitu inflasi, diketahui bergerak sesuai proyeksi.
“Pada saat kita kemarin menentukan kenapa BI nggak menaikkan suku bunga, kita melihat bahwa karena anchor kita itu inflasi, dan saat ini kami masih merasa nyaman dengan inflasi saat ini,” kata Destry, saat rapat kerja dengan Komisi XI DPR RI, Jakarta, Senin (28/9/2026).
Menurut Destry, inflasi kerap ditakuti di dunia ekonomi. Inflasi dianggap menyebabkan biaya mahal, daya beli masyarakat turun, dan pertumbuhan ekonomi yang melambat.
“Di beberapa negara, inflasi naik, tidak berarti ekonomi mereka lagi naik, tapi ekonomi mereka juga lagi lambat. Jadi ini yang semua akhirnya nggak bisa satu kebijakan menyelesaikan semua,” ujar dia.
Saat ini, kata Destry, inflasi bergerak di kisaran target 2,5% + 1%. Inflasi inti masih berada di sekitar 2 persenan.
Kendati inflasi secara keseluruhan mencapai 3,19% secara tahunan pada Agustus 2026, akan tetapi inflasi yang melambung ini disebabkan oleh harga pangan.
Baca Juga
“Di mana BI nggak bisa sendirian. BI harus bersama-sama. Makanya kenapa dalam arah saya ke depan, sinergi itu is a must,” kata dia.
Desty mengatakan sinergi tersebut tak hanya melibatkan pemerintah pusat, tetapu juga pemerintah daerah.
Selain inflasi, Destry juga menyebut jangkar lain yang dipertimbangkan dalam kebijakan BI yaitu stabilitas.
“Anchor kami (selanjutnya) ini adalah stabilitas. Stabilitas itu tetap menjadi anchor bagi kami,”
Untuk mendukung stabilitas, Destry menyebut, bahwa BI menggunakan bauran kebijakan moneter.
