Rupiah Menguat ke Rp 17.692, Harga Minyak Dunia Jadi Katalis
Rupiah Menguat Jelang Fit and Proper Test Calon Gubernur BI
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Rupiah menguat menguat 0,17% menjadi Rp 17.692 terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada Rabu (26/8/2026) pada pukul 09.04 WIB.
Penguatan juga terpantau terjadi pada sejumlah nilai tukar mata uang di Asia. Yen Jepang terpantau menguat 0,16%, yuan China menguat 0,01%, rupee India menguat 0,02%, dan ringgit Malaysia menguat 0,34%, serta dolar Singapura menguat 0,02%.
Baca Juga
Sementara itu, pelemahan terpantau terjadi terhadap dolar Hong Kong sebesar 0,03% dan baht Tailand sebesar 0,01%.
Ekonom Doo Financial Future, Lukman Leong mengatakan, mata uang Garuda masih berpotensi menguat terhadap dolar AS karena penurunan harga minyak mentah dunia.
Dalam pantuan di Bloomberg, harga minyak global kompak turun. Minyak Brent di kisaran US$ 86,35 per barel atau turun 2,52% dan WTI berada di kisaran US$ 80,45 per barel atau turun 2,32%.
"Rupiah berpotensi menguat terhadap dolar AS seiring penurunan harga minyak mentah dunia di tengah meningkatnya harapan perdamaian di Timur Tengah," kata Lukman.
Baca Juga
Defisit Transaksi Berjalan Membesar, Rupiah Tergelincir ke Rp 17.721 per Dolar AS
Lukman juga mencermati laporan bahwa Iran dan Oman membahas pembentukan “koridor maritim gabungan sementara” di Selat Hormuz.
Di domestik, pasar akan memantau perkembangan uji kepatutan dan kelayakan Destry Damayanti yang digelar di Komisi XI DPR. Destry akan menjadi calon tunggal gubernur Bank Indonesia (BI).
