Anggaran PU 2027 Dipangkas Jadi Rp114,6 Triliun, Proyek Ini yang Dikebut
JAKARTA, investortrust.id – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mendapatkan pagu indikatif sebesar Rp 114,6 triliun dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027. Anggaran tersebut turun 3,29% dari pagu periode sebelumnya sebesar Rp118,5 triliun.
Berdasarkan Buku Nota II Keuangan beserta RAPBN Tahun Anggaran 2027, kebijakan sektor pekerjaan umum pada 2027 mencakup bidang sumber daya air (SDA), penyelenggaraan jalan, sistem penyediaan air minum (SPAM), air limbah domestik, drainase lingkungan, persampahan, penataan bangunan gedung, serta pengembangan infrastruktur kawasan strategis nasional dan kawasan strategis nasional tertentu.
Pada bidang ketahanan SDA, pemerintah memprogramkan lanjutan pembangunan bendungan, pembangunan dan rehabilitasi jaringan irigasi, pembangunan sarana dan prasarana pengendali banjir, pengaman pantai, penambahan kapasitas air baku, serta rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana Sumatra.
Baca Juga
Anggaran Perumahan 2027 Tembus Rp 29,79 T, Rumah Subsidi Dapat Rp 31 Triliun
Sementara pada bidang Bina Marga, anggaran diprioritaskan untuk menjaga penurunan waktu tempuh di lintas utama jaringan jalan nasional, menjaga kemantapan jalan nasional, serta meningkatkan aksesibilitas jalan jalur utama daerah tertinggal dan perbatasan.
Prioritas tersebut juga mencakup pemenuhan kegiatan yang bersifat committed seperti Surat Berharga Syariah Negara (SBSN), pinjaman luar negeri, Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha Availability Payment (KPBU-AP), dan Pinjaman Badan Layanan Umum (PBBL). Selain itu, terdapat kegiatan dukungan terhadap Program Kerja Prioritas Nasional (PKPN), yakni Pengembangan Kawasan Pangan Terintegrasi serta rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana Sumatra.
Pada bidang Cipta Karya, pemerintah memprioritaskan peningkatan kualitas permukiman dan pelayanan dasar melalui pembangunan dan peningkatan sistem penyediaan air minum (SPAM), pengelolaan air limbah domestik, drainase lingkungan, dan persampahan. Kebijakan tersebut juga mencakup penataan bangunan gedung dan rumah negara serta pengembangan infrastruktur kawasan strategis nasional dan kawasan strategis nasional tertentu.
Baca Juga
IHSG Sesi I Melambung 80,64 Poin, Saham Emiten Low Tuck dan Haji Isam Jadi Penopang Utama
Sementara bidang prasarana strategis diprioritaskan untuk pelaksanaan kegiatan instruksi presiden, antara lain pembangunan Sekolah Rakyat, revitalisasi madrasah, rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana Sumatra, serta kegiatan lanjutan dan kegiatan baru berupa sarana prasarana pendidikan tinggi dan pendidikan tinggi keagamaan, perekonomian, peribadatan, kesehatan, olahraga, dan sosial budaya.
Proyek Dikebut
Sejumlah output strategis yang diproyeksikan pada 2027 antara lain pembangunan bendungan on going secara kumulatif sebanyak 14 unit. Kemudian, pembangunan sarana dan prasarana air baku ditargetkan sebesar 0,8 meter kubik per detik, rehabilitasi jaringan irigasi seluas 49.716 hektare (ha), serta pengendali banjir dan pengaman pantai sepanjang 84,5 kilometer (km).
Pada sektor jalan, pemerintah menargetkan preservasi pemeliharaan rutin jalan sepanjang 47.603 km, preservasi rehabilitasi dan rekonstruksi jalan sepanjang 869,2 km, serta preservasi rehabilitasi dan rekonstruksi jembatan sepanjang 3.740,3 meter.
Pemerintah juga menargetkan pembangunan dan penggantian jembatan sepanjang 2.633,1 meter, pembangunan jalan bebas hambatan (tol) sepanjang 12,3 km, pembangunan jalan nasional sepanjang 200,4 km, serta pembangunan flyover, underpass, dan terowongan sepanjang 473,9 meter. Selain itu, pembangunan jembatan gantung ditargetkan sebanyak 118 unit.
Baca Juga
Pada sektor air minum dan sanitasi, pemerintah menargetkan pembangunan dan peningkatan SPAM sebanyak 8 unit. Pembangunan sistem pengelolaan air limbah domestik terpusat skala regional, kota, permukiman, atau kawasan tertentu ditargetkan sebanyak 1 unit.
Sementara pembangunan sistem pengelolaan air limbah domestik setempat skala individu atau komunal berupa tangki septik ditargetkan sebanyak 11.250 unit. Pembangunan sistem pengelolaan persampahan skala regional, kota, dan kawasan ditargetkan sebanyak 14 unit.
Untuk penanganan pascabencana Sumatra, pemerintah menargetkan rehabilitasi dan rekonstruksi bangunan gedung seluas 15.852 meter persegi serta rehabilitasi dan rekonstruksi infrastruktur kawasan pascabencana Sumatra seluas 773 ha.
Target Infrastruktur PU 2027
Dari sisi outcome, sektor SDA ditargetkan meningkatkan kapasitas tampungan air menjadi 58,8 meter kubik per kapita dan meningkatkan keandalan irigasi hingga 27%. Pada sektor konektivitas, waktu tempuh lintas utama nasional ditargetkan turun menjadi 1,8 jam per 100 km.
Sementara sektor infrastruktur dasar permukiman ditargetkan meningkatkan akses air minum aman menjadi 33,5%, akses sanitasi aman menjadi 10,9%, dan pengolahan sampah menjadi 24,5%.
Baca Juga
Pemerintah Matangkan Skema Insentif 1 Juta Motor Listrik, Siapkan Anggaran dan Gandeng Brand Lokal
Pada sektor prasarana strategis, kualitas sarana pendidikan ditargetkan mencapai 64,5%. Kualitas sarana dan prasarana perekonomian, peribadatan, kesehatan, olahraga, dan sosial budaya ditargetkan mencapai 71,4%.
Adapun proporsi kontribusi Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) wilayah metropolitan terhadap nasional ditargetkan mencapai 44,9%, sedangkan wilayah nonmetropolitan mencapai 7,8%.
Selain pembangunan infrastruktur dasar, Kementerian PU juga akan mendukung pembangunan Sekolah Rakyat. Pada 2026, pemerintah membangun Sekolah Rakyat di 104 lokasi dengan alokasi anggaran belanja fisik Kementerian PU sebesar Rp20 triliun.

