Menkeu Purbaya: Target RAPBN 2027 Capai Rp 3.426 Triliun
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa memproyeksikan pendapatan negara dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027 mencapai Rp 3.426 triliun atau tumbuh 6,8% dibandingkan outlook 2026. Pendapatan negara tersebut setara dengan 12,25% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).
Purbaya mengatakan, target pendapatan negara tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat kapasitas fiskal secara bertahap dan berkelanjutan.
“Yang kencang adalah penerimaan perpajakan diperkirakan mencapai Rp 2.908 triliun, bukan pajak Rp 517,4 triliun, hibah Rp 0,7 triliun,” kata Purbaya dalam konferensi pers RAPBN dan Nota Keuangan Tahun Anggaran 2027 di Jakarta, Jumat (14/8/2026).
Purbaya menjabarkan, kinerja penerimaan perpajakan pada 2026 menunjukkan perbaikan dibandingkan tahun sebelumnya. Hingga Agustus 2026, pertumbuhan pengumpulan pajak disebut telah mencapai sekitar 30%. “Jadi, perpajakan harusnya akan lebih bagus dibanding tahun-tahun sebelumnya. Sampai dengan data terakhir hari ini pertumbuhan pengumpulan pajak kita sudah mencapai 30%,” ujarnya.
Baca Juga
RAPBN 2027 Tembus Rp 4.097 Triliun, Defisit Dijaga 2,40% PDB
Belanja Pemerintah Pusat
Sementara itu, Belanja Pemerintah Pusat (BPP) pada 2027 direncanakan mencapai Rp3.362,2 triliun. Anggaran tersebut meningkat 3,6% dibandingkan outlook 2026.
Menkeu mengatakan, kebijakan belanja pemerintah pusat pada 2027 diarahkan untuk menghasilkan belanja yang berkualitas dengan tetap menjaga kinerja pelayanan publik, mendorong pertumbuhan ekonomi, meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM), serta menjaga daya beli masyarakat.
“Jadi fiskal kita tetap dirancang untuk ekspansif walaupun tidak besar sekali. Tapi yang jelas dari pemerintah akan ada dorongan ke perekonomian,” katanya.
Anggaran Pendidikan
Sesuai amanat Undang-Undang Dasar 1945, pemerintah memprioritaskan anggaran pendidikan sekurang-kurangnya 20% dari APBN untuk mendukung penyelenggaraan pendidikan nasional. Pada 2027, anggaran pendidikan akan diarahkan antara lain untuk meningkatkan akses dan kualitas pendidikan yang merata bagi masyarakat.
Pemerintah menargetkan Program Indonesia Pintar (PIP) dapat menjangkau 22,1 juta siswa dan Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah kepada 1,1 juta mahasiswa.
Selain itu, pemerintah akan membangun Sekolah Unggul Garuda dan Sekolah Rakyat, serta meningkatkan kualitas pembelajaran melalui berbagai program, termasuk pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Anggaran Perlindungan Sosial
Anggaran perlindungan sosial (perlinsos) juga tetap menjadi salah satu prioritas pemerintah. Pada 2027, anggaran perlindungan sosial mencapai Rp 549,9 triliun atau tumbuh 10% dibandingkan 2026.
Purbaya menyebut anggaran tersebut digunakan sebagai instrumen untuk melindungi masyarakat dari risiko sosial, menjaga daya beli, serta meningkatkan kemampuan ekonomi masyarakat miskin dan rentan. Pemerintah juga menargetkan kebijakan perlindungan sosial dapat membantu menurunkan tingkat kemiskinan, termasuk kemiskinan ekstrem.
Baca Juga
Prabowo Tetapkan 8 Program Kerja Prioritas Nasional di RAPBN 2027
Anggaran Ketahanan Pangan
Sementara itu, anggaran ketahanan pangan pada 2027 ditetapkan sebesar Rp195,3 triliun. Anggaran tersebut tumbuh sekitar 2,3% dibandingkan anggaran 2026.
Pemerintah akan tetap memperkuat ketahanan pangan sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas ekonomi dan mendukung pembangunan nasional.
Defisit APBN 2027
Dari postur fiskal, Menkeu mengatakan defisit APBN 2027 diproyeksikan mencapai sekitar 2,4% terhadap PDB. Hal tersebut tercermin dari pendapatan dan belanja negara yang sama-sama diproyeksikan tumbuh dibandingkan tahun sebelumnya.
“Yang jelas, defisitnya diproyeksikan mencapai 2,4% dari PDB, pendapatannya tumbuh cukup, sebelahnya negara juga tumbuh cukup dibanding tahun lalu, tetap ekspansif, ekonomi diproyeksi tumbuh sekitar 6%,” pungkasnya.

