Qodari: Stimulus Ekonomi Semester II Arahan Prabowo untuk Jaga Daya Beli Masyarakat
JAKARTA, investortrust.id - Kepala Badan Komunikasi (Bakom) Pemerintah Muhammad Qodari mengatakan paket stimulus ekonomi yang diluncurkan pemerintah pada semester II 2026 merupakan arahan Presiden Prabowo Subianto untuk menjaga daya beli masyarakat di tengah tantangan global. Stimulus tersebut diharapkan dapat mendongkrak konsumsi domestik dan pada akhirnya menopang pertumbuhan ekonomi di paruh kedua tahun ini.
"Seluruh stimulus tersebut merupakan arahan langsung Presiden Prabowo untuk menjaga daya beli masyarakat, mendorong konsumsi domestik, serta melindungi masyarakat dari dampak ketidakpastian global," ujar Qodari dalam keterangannya, Senin (29/6/2026).
Baca Juga
Pemerintah Gelontorkan Stimulus Transportasi Rp 2,04 T, Tiket KA hingga Pesawat Didiskon
Qodari memerinci sejumlah stimulus bagi masyarakat di semester II tahun ini. Pertama, diskon tarif kereta api dan kapal laut Pelni sebesar 30% pada masa periode libur sekolah dan juga libur Natal dan Tahun Baru. Selain itu, pemerintah juga akan memberikan insentif lain berupa pembebasan tarif jasa kepelabuhan bagi transportasi penyeberangan dan pajak pertambahan nilai ditanggung pemerintah (PPN DTP) bagi transportasi udara di periode yang sama.
"Insentif ini diharapkan dapat mendorong mobilitas masyarakat sekaligus menciptakan efek pengganda atau multiplier effect bagi perekonomian," jelasnya.
Kedua, bantuan pangan kepada 33,24 juta penerima manfaat selama periode Juli hingga September untuk melindungi kelompok masyarakat rentan dari gejolak harga kebutuhan pokok.
Ketiga, program magang nasional bagi 150.000 lulusan perguruan tinggi, pelatihan vokasi bagi 220.000 lulusan SMA dan SMK, serta bagi 50.000 pekerja yang terdampak PHK. Menurutnya, program ini bertujuan meningkatkan kompetensi sekaligus memperluas peluang kerja.
Tak hanya masyarakat, pemerintah juga memberikan berbagai insentif bagi dunia usaha agar kegiatan operasional tetap berjalan optimal di tengah gejolak global, menekan biaya produksi, serta mencegah kenaikan harga barang konsumsi yang lebih luas.
Baca Juga
Airlangga Lapor ke Prabowo soal Paket Stimulus Ekonomi Senilai Rp 26,34 Triliun
Qodari menyebut, dukungan tersebut diberikan melalui fasilitas bea masuk 0% atas impor LPG bagi industri petrokimia dan impor bahan baku plastik. Selain itu, pemerintah juga memberikan dukungan kepada pelaku industri kreatif melalui tarif khusus pajak penghasilan (PPh) final sebesar 1,5% bagi para penulis.
"Pemerintah akan terus mengawal implementasi seluruh kebijakan tersebut agar berjalan sesuai rencana, tepat sasaran, dan memberikan manfaat nyata bagi seluruh lapisan masyarakat," katanya.
