Presiden: Jarak Antara Terkaya dan Termiskin Tidak Boleh Kian Lebar
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Presiden Prabowo Subianto menargetkan sejumlah sasaran pembangunan pada 2027. Selain pengurangan angka kemiskinan dan pengangguran, Presiden menegaskan perlunya mempersempit kesenjangan dengan menurunkan rasio Gini.
Rasio Gini tahun depan diharapkan semakin membaik pada rentang 0,362 hingga 0,367 dari target sebelumnya 0,377 hingga 0,380.
"Jarak antara yang terkaya dan yang termiskin tidak boleh semakin lebar, bahkan harus kita perjuangkan untuk terus menyempit," ungkap Lebih lanjut, pemerintah juga menargetkan rasio Gini semakin membaik pada rentang 0,362 hingga 0,367 dari target sebelumnya 0,377 hingga 0,380.
"Jarak antara yang terkaya dan yang termiskin tidak boleh semakin lebar, bahkan harus kita perjuangkan untuk terus menyempit," ungkap Presiden Prabowo pada pidatonya di Rapat Paripurna DPR ke-19 Masa Persidangan V Tahun Sidang 2025-2026, Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (20/5/2026).
Baca Juga
Tingkat kemiskinan diharapkan pada tahun depan dapat turun ke rentan angka 6,0%-6,5% dari target sebelumnya 6,5% hingga 7,5%.
Presiden Prabowo juga menginginkan tingkat pengangguran terbuka harus turun pada rentang 4,30% hingga 4,87% dari target sebelumnya 4,44 hingga 4,96%.
Selain itu, Presiden Prabowo juga menegaskan, berbagai program prioritas di bidang sumber daya manusia, indeks modal manusia ditargetkan membaik menjadi 0,575 dari sebelumnya 0,570. Hal ini dapat ditopang dengan program di bidang pertanian, indeks kesejahteraan petani ditargetkan meningkat menjadi 0,8038 dari sebelumnya 0,7731.
Kemudian, Presiden Prabowo juga menyatakan, nilai tukar petani atau NTP yang saat ini telah mencapai angka tertinggi sepanjang sejarah di angka 126. Namun ia menginginkan agar pemerintah dapat meningkatkannya lagi di tahun mendatang.
"Kita juga akan membuka lapangan kerja secara besar-besaran. Ditargetkan proporsi lapangan kerja formal meningkat menjadi 40,81% di tahun 2007, dari sebelumnya 35,00% di tahun 2026, atau naik 5,81," terang Presiden Prabowo.

