Presiden: APBN Adalah Alat Perjuangan Bangsa
JAKARTA, investortrust.id - Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidato mengenai Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-pokok Kebijakan Fiskal RAPBN Tahun Anggaran 2027 di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, hari ini, 20 Mei 2026. Momentum ini memiliki makna simbolis karena berlangsung bertepatan dengan Hari Kebangkitan Nasional.
Presiden Prabowo menegaskan bahwa APBN merupakan salah satu alat perjuangan bangsa. Pemerintah menjadikan forum ini untuk memperkuat optimisme dan persatuan nasional dalam menghadapi tantangan ekonomi global. Berikut ini poin penting pidato RAPBN 2027 Presiden.
📌PESAN UTAMA
- Indonesia memiliki fundamental ekonomi yang solid
- Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-pokok Kebijakan Fiskal disusun sebagai alat perjuangan untuk mewujudkan Indonesia yang berdaulat, adil, dan makmur
- APBN disusun untuk melindungi rakyat, memperkokoh ekonomi bangsa, dan rakyat lebih sejahtera
📌ARAH KEBIJAKAN
Pemerintah menargetkan ekonomi yang stabil, tumbuh tinggi, dan inklusif, dengan APBN yang tetap sehat, kredibel, dan berkelanjutan
📌MODAL UTAMA INDONESIA
- Posisi geografis strategis
- Bonus demografi
- Kekayaan sumber daya alam
- Disiplin fiskal yang konsisten dan terjaga → Stabilitas ekonomi dan keberlanjutan pembiayaan pembangunan
📌FUNDAMENTAL EKONOMI TERKINI
- Pertumbuhan ekonomi Indonesia tertinggi dibandingkan negara G20 yakni sebesar 5,61% YoY
- Inflasi April 2026: 2,42% YoY
- Surplus dagang Maret 2026: USD 3,3 miliar
- Surplus dagang: 71 bulan berturut-turut
- Cadangan devisa April 2026: USD 146,2 miliar
- Cadangan devisa: setara 5,8 bulan impor
📌ARSITEKTUR KEBIJAKAN FISKAL
APBN Terus Dijaga melalui:
- Optimalisasi pendapatan
- Belanja efisien dan produktif
- Pembiayaan inovatif, prudent, dan berkeadilan
📌STRATEGI EKONOMI DAN FISKAL 2027
- Penguatan sinergi fiskal, moneter, sektor keuangan, dan investasi
- Dukungan APBN untuk kebutuhan publik dan program prioritas
- Optimalisasi peran swasta sebagai motor pertumbuhan
- Sinergi Danantara dan APBN untuk pembiayaan investasi strategis
📌8 KLATER PROGRAM KERJA PRIORTIAS NASIONAL
- Kedaulatan pangan
- Kemandirian energi dan air
- Pendidikan
- Kesehatan
- Hilirisasi dan industrialisasi
- Infrastruktur, perumahan, dan ketahanan bencana
- Ekonomi kerakyatan dan desa
- Penurunan kemiskinan
📌POSTUR APBN
- Pendapatan negara: 11,82–12,40 (%PDB)
- Belanja negara: 13,62–14,80 (%PDB)
- Defisit: 1,80–2,40 (%PDB)
📌ASUMSI DASAR EKONOMI MAKRO 2027
- Pertumbuhan ekonomi: 5,8–6,5%
- Inflasi: 1,5–3,5%
- Suku bunga SBN 10 tahun: 6,5–7,3%
- Nilai tukar: Rp16.800–17.500/USD
- Harga minyak mentah Indonesia (ICP): USD 70–95/barel
- Lifting minyak mentah (RBPH): 602-615
- Lifting gas bumi (RBSMPH): 934-977
📌SASARAN PEMBANGUNAN 2027
- Kemiskinan turun ke 6,0–6,5%
- Pengangguran terbuka: 4,30–4,87%
- Rasio Gini: 0,362–0,367
- Indeks modal manusia: 0,575
- Indeks kesejahteraan petani: 0,8038
- Proporsi penciptaan lapangan kerja formal 40,81%

