450 Ribu Ton Beras dari Thailand hingga Kamboja Masuk Maret Ini
JAKARTA, investortrust.id - Direktur Supply Chain dan Pelayanan Publik Perum Bulog Mokhamad Suyamto menyebutkan, beras yang akan masuk ke gudang cadangan beras pemerintah (CBP) pada Maret ini tercatat sebanyak 450.000 ton yang bersumber dari Vietnam, Thailand, Pakistan, Myanmar dan Kamboja.
Bulog juga disebutkan telah menjalin kontrak impor beras melalui pola business to business (B2B) dengan supplier sebanyak 800.000 ribu ton, dan pola Government to Government (G2G) sebanyak 100.000 ton dari Thailand dan Kamboja.
"Sehingga sampai dengan Maret nanti itu masih akan masuk 450.000 ton. Ini yang akan masuk sambil dengan Maret," ucap Suyamto dalam konferensi persnya di Gedung Kementerian BUMN, Jakarta Pusat, Rabu (20/3/2024).
Baca Juga
RI Impor 881 Ribu Ton Beras Awal 2024, Thailand Pemasok Terbesar
Lebih lanjut, Perum Bulog juga masih akan mendatangkan beras lagi di April dan Mei. Namun, hal tersebut baru akan dilakukan setelah melihat hasil produksi dari panen raya yang diperkirakan terjadi pada periode yang sama.
Sehingga, menurut Suyamto, Bulog mengutamakan kehati-hatian dalam mengimpor beras, sesuai kebutuhan dan kondisi produksi dalam negeri.
"Jadi April-Mei nanti kita lihat kondisinya seperti apa, tapi sampai dengan Maret kita lihat cukup, nanti April-Mei kita lihat kondisi panennya, baru nanti kita akan pengadaan lagi," terangnya.
"Jadi kita pokoknya ingin pastikan bahwa stok (beras) terjaga sekitar 1,2 juta (ton)," tandas Suyamto.

