Jumlah Penduduk 2025 Capai 284,67 Juta Jiwa, Indonesia Masih Nikmati Bonus Demografi
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id - Jumlah penduduk Indonesia tahun 2025 hasil Survei Penduduk Antar Sensus (SUPAS) tercatat sebanyak 284,67 juta jiwa. Angka ini menunjukkan adanya perlambatan laju pertumbuhan penduduk menjadi 1,08% per tahun dalam lima tahun terakhir. Meski demikian, Indonesia masih didominasi oleh penduduk usia produktif, yaitu mereka yang berusia antara 15 hingga 64 tahun, dengan proporsi sebesar 68,94%.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Amalia Adininggar Widyasanti, dalam konferensi pers di Gedung BPS pada Selasa (5/5/2026) menjelaskan bahwa selama periode 2010 hingga 2025 jumlah penduduk Indonesia meningkat dari 237,64 juta jiwa hasil Sensus Penduduk 2010 menjadi 284,67 juta jiwa hasil SUPAS 2025. “Selama periode tersebut, jumlah penduduk terus bertambah, meski laju pertumbuhan mengalami perlambatan,” ujarnya.
Jika dilihat dari persebarannya, sekitar 55,65% penduduk masih terkonsentrasi di Pulau Jawa. Berdasarkan sebaran generasi, sebanyak 68,98% penduduk Indonesia merupakan Gen Z, Millennial, dan Post Gen Z, yaitu mereka yang pada tahun 2025 berusia hingga 44 tahun. Hal ini menunjukkan dominasi generasi muda dalam struktur demografi Indonesia.
Proporsi penduduk menurut kelompok umur menghasilkan indikator rasio ketergantungan. Hasil SUPAS 2025 menunjukkan rasio ketergantungan sebesar 45,05, yang berarti setiap 100 penduduk usia produktif menanggung 45 penduduk usia non-produktif.
Baca Juga
Tingkat Pengangguran Menurun, BPS Sebut Kini Tersisa 7,24 Juta Orang
"Sepanjang tahun 2015 sampai dengan 2025, rasio ketergantungan berada di bawah 50, yang menandakan bahwa penduduk usia produktif masih dominan dan Indonesia masih berada dalam fase bonus demografi," kata Amalia.
Namun, pada tahun 2025 rasio ketergantungan mulai meningkat seiring dengan penurunan proporsi penduduk usia produktif dibandingkan hasil Sensus Penduduk 2020. Pergeseran struktur penduduk terlihat dari menyempitnya kelompok umur 0–14 tahun dan 15–64 tahun, serta melebar pada kelompok umur 65 tahun ke atas.
Masih menurut Amalia, hasil SUPAS 2025 mencatat persentase penduduk lanjut usia (60 tahun ke atas) sebesar 11,97%. “Indonesia sudah memasuki fase Aging Population, yang ditandai dengan persentase penduduk lansia mencapai 10% atau lebih,” jelas Amalia. Berdasarkan data, 22 provinsi belum memasuki fase Aging Population, sementara 16 provinsi sudah. Hampir seluruh provinsi di Pulau Jawa telah memasuki fase ini, dengan Daerah Istimewa Yogyakarta mencatat persentase lansia tertinggi sebesar 17,83%, disusul Jawa Timur 15,45% dan Bali 15,07%. Sementara itu, Maluku dan Papua masih belum memasuki fase Aging Population.

