Ada Bonus Demografi, Pelaku UMKM Diproyeksi Capai 83,3 Juta pada 2034
JAKARTA, investortrust.id - BRI Institute memproyeksikan penduduk Indonesia akan mencapai 306 juta jiwa pada 2035 dengan jumlah penduduk produktif (usia 15-65 tahun) mencapai 207 juta jiwa.
Seiring dengan pertumbuhan penduduk tersebut dan tercapainya puncak demografi, BRI Institute memproyeksikan bahwa jumlah pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) juga akan meningkat hingga mencapai 83,3 juta pada 2034 dengan 31,2 juta berasal dari usaha mikro dan 51,1 juta usaha ultra mikro (Umi).
Demikian disampaikan Senior Executive Vice President Ultra Mikro PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, Muhammad Candra Utama dalam Investortrust UMKM Connect bertajuk "Menggali Potensi Alternatif Pembiayaan UMKM" yang digelar investortrust.id di Hotel Aryaduta, Jakarta, Selasa (26/3/2024).
Baca Juga
Lampaui Target Pemerintah, Portofolio Kredit UMKM BRI Tembus 84,38%
“Puncak bonus demografi diprediksi akan tercapai pada periode ini,” ujar Candra dalam paparannya.
Hal ini sejalan dengan penjelasan Presiden Joko Widodo bahwa bonus demografi yang akan mencapai puncak pada 1930-an adalah peluang besar untuk meraih Indonesia Emas 2045 yang mana 68% dari penduduk Indonesia adalah penduduk usia produktif.
Baca Juga
“Di sinilah kunci peningkatan produktivitas nasional kita,” ungkap Joko Widodo dalam Penyampaian Laporan Kinerja Lembaga-lembaga Negara dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) ke-78 Kemerdekaan Republik Indonesia di Gedung Nusantara MPR/DPR/DPD RI, Jakarta, pada Rabu (16/8/2023).
Sedangkan pada tahun 2024, UMKM diproyeksikan akan tumbuh hingga 71,4 juta dengan 23,6 juta berasal dari usaha mikro dan 47,1 juta orang dari ultra mikro. Angka ini meningkat dari data tahun 2022 di mana pelaku UMKM sejumlah 69 juta dengan 22,2 juta berasal dari usaha mikro dan 46,2 juta usaha ultra mikro.
“Kondisi ini memberikan peluang dalam peningkatan kualitas dan kapabilitas tenaga kerja serta peningkatan inklusi keuangan,” kata Candra.
Dengan demikian, BRI berkomitmen untuk terus mengembangkan segmen UMKM dengan semakin meningkatkan portofolio pembiayaan menuju 85% dari portofolio kredit BRI dan mendukung pencapaian Inklusi Keuangan dengan berkontribusi sebesar 70% dari aspirasi Inklusi Keuangan Indonesia. Pada 2023, porsi pinjaman UMKM BRI tahun 2023 adalah 84,38% bagi UMKM dan 15,62% bagi Non-UMKM.
Adapun menurut data BRI, pembiayaan untuk segmen mikro tercatat tumbuh 10,9% yoy menjadi Rp 611,2 triliun, segmen konsumer tumbuh 13,4% yoy menjadi Rp 190,0 triliun, segmen kecil dan menengah tumbuh 8,6% yoy menjadi Rp 267,5 triliun, dan segmen korporasi tumbuh 13,8% yoy menjadi Rp 197,7 triliun.

