BPS: Neraca Perdagangan Barang Maret 2026 Surplus US$ 3,32 Miliar
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id- Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat berlanjutnya tren surplus perdagangan pada Maret 2026. Pada bulan tersebut neraca perdagangan barang mengalami surplus sebesar US$ 3,32 miliar atau terkontraksi 23,32% secara tahunan.
“Neraca perdagangan barang pada Maret 2026 surplus US$ 3,32 miliar. Neraca perdagangan Indonesia telah mencatat surplus selama 71 bulan berturut-turut sejak Mei 2020,” kata Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, di kantor pusat BPS, Jakarta, Senin (4/5/2026).
Ateng mengatakan surplus pada Maret 2026 ditopang komoditas nonmigas. Surplus dari komoditas ini sebesar US$ 5,21 miliar.
“Komoditas penyumbang surplus yaitu lemak dan minyak hewan nabati, serta bahan bakar mineral, juga besi dan baja,” ujar dia.
Pada saat yang sama, neraca perdagangan migas mengalami defisit US$ 1,89 miliar. Komoditas penyumbang defisit pada komoditas migas yaitu minyak mentah, hasil minyak, dan gas.
Baca Juga
Cadangan Devisa Turun, Rupiah Tertekan, Surplus Perdagangan Terancam Menyusut
Neraca Perdagangan Kumulatif
Dengan kondisi ini, neraca perdagangan total kumulatif Januari-Maret 2026 tercatat US$ 5,55 miliar. Angka ini lebih rendah 49,12% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang menyentuh US$ 10,91 miliar.
Pada periode Januari-Maret 2026, defisit perdagangan migas menyeret defisit lebih dalam. Defisit pada periode ini menyentuh US$ 5,08 miliar atau naik 4,95% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Sementara itu, surplus perdagangan kumulatif nonmigas juga melemah. Pada periode Januari-Maret 2026, surplus tercatat US$ 10,63 miliar lebih rendah 32,5% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Berdasarkan kawasan, Amerika Serikat (AS) masih menjadi negara penyumbang surplus perdagangan secara kumulatif. Surplus perdagangan pada Januari-Maret 2026 dengan AS sebesar US$ 4,43 miliar. Surplus diikuti India sebesar US$ 3,29 miliar dan Filipina sebesar US$ 2,09 miliar.
Di sisi defisit, negara penyumbang defisit perdagangan kumulatif Januari-Maret 2026 Indonesia yaitu China, Australia, dan Singapura. Defisit perdagangan dengan China sebesar US$ 5,18 miliar, defisit dengan Australia sebesar US$ 2,5 miliar, dan defisit dengan Singapura sebesar US$ 1,3 miliar.

