Menkes Tekankan Pentingnya Aktivitas Fisik Inklusif bagi Disabilitas
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menegaskan pentingnya peningkatan aktivitas fisik masyarakat, termasuk bagi penyandang disabilitas, di tengah tingginya risiko penyakit akibat gaya hidup kurang gerak.
Hal tersebut disampaikan Budi saat menghadiri kegiatan BTN Run for Disabilities, Run for Inclusivity di Stadion Manahan, Solo, yang digelar PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk sebagai bagian dari rangkaian BTN Jakarta International Marathon (BTN Jakim) 2026.
“Kurangnya aktivitas fisik masuk lima besar penyebab penyakit di Indonesia. Lari merupakan olahraga paling inklusif, murah, dan sehat karena modalnya hanya sepatu. Teman-teman disabilitas sudah membuktikan bisa, masa kita yang sehat tidak bisa?,” ujar Budi dalam siaran pers dikutip Senin (9/2/2026).
Baca Juga
Dorong Kesetaraan Kerja, Menaker Minta BNSP Permudah Akses Sertifikasi bagi Kelompok Disabilitas
Menurut Budi, keterlibatan penyandang disabilitas dalam kegiatan olahraga massal seperti lari tidak hanya berdampak pada kesehatan fisik, tetapi juga membangun kepercayaan diri dan kesadaran publik bahwa olahraga dapat diakses oleh semua kalangan.
Kegiatan lari bersama atlet paralimpik ini juga menjadi bagian dari komitmen BTN dalam penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG), khususnya pada aspek sosial melalui penguatan inklusivitas dan pemberdayaan penyandang disabilitas.
Baca Juga
Kemensos Berikan Makan Bergizi Gratis untuk 32.000 Penyandang Disabilitas
Direktur Risk Management BTN Setiyo Wibowo menegaskan bahwa BTN berkomitmen menjadi bank yang inklusif, tidak hanya melalui layanan keuangan, tetapi juga lewat dukungan nyata terhadap kesehatan dan olahraga bagi penyandang disabilitas.
Sebagai tindak lanjut, BTN akan melibatkan pelari disabilitas dalam BTN Jakim 2026, menyerahkan bantuan sarana pendukung atlet paralimpik, serta menginisiasi penggalangan dana dari peserta lari sebagai bentuk dukungan berkelanjutan.

