Tak Hanya Fisik, Bahana TCW Tekankan Pentingnya Jaga Kesehatan Finansial
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Peringatan Hari Olahraga Nasional setiap 9 September biasanya identik dengan kampanye hidup sehat. PT Bahana TCW Investment Management (Bahana TCW) mengajak masyarakat untuk tak hanya fokus pada kebugaran fisik, tapi juga kesehatan finansial.
Direktur Bahana TCW Danica Adhitama mengungkapkan, konsistensi dan disiplin yang diajarkan ketika berolahraga bisa diterapkan pula dalam mengelola keuangan.
“Kesehatan fisik dan kesehatan finansial perlu berjalan beriringan. Menjaga keduanya berarti memberi diri kita kesempatan untuk hidup lebih sejahtera dan produktif,” ujarnya, dalam keterangan pers, Rabu (24/9/2025).
Baca Juga
Hal ini dianggap relevan mengingat kondisi finansial masyarakat Indonesia yang berada dalam kondisi menantang. Berdasarkan OCBC Financial Fitness Index (FFI) 2025, skor kesehatan keuangan generasi muda Indonesia turun ke level 40,60%, terendah dalam empat tahun terakhir.
Penyebabnya antara lain menurunnya kebiasaan menabung rutin serta semakin sedikitnya masyarakat yang memiliki dana darurat. Menurut Danica, masalah keuangan bahkan berkontribusi besar pada persoalan kesehatan mental.
“Sebuah studi oleh Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Gadjah Mada bahkan menemukan bahwa 86% permasalahan kesehatan mental berakar dari masalah keuangan. Oleh karena itu, merawat finansial sama pentingnya dengan merawat diri sendiri,” katanya.
Baca Juga
Bahana TCW Borong 3 Penghargaan Investment Manager Awards 2024
Danica juga mengibaratkan investasi seperti lari maraton. Seorang pelari tidak bisa hanya berlatih sebulan sekali dan berharap juara. Kuncinya ada pada konsistensi, salah satunya dengan menerapkan strategi Dollar Cost Averaging (DCA), yaitu menyisihkan dana secara rutin ke produk investasi seperti reksa dana.
Selain konsistensi, prinsip ‘diet seimbang’ juga berlaku untuk portofolio investasi. Diversifikasi menjadi kunci agar portofolio lebih tangguh menghadapi gejolak pasar.
Menurut Danica, diversifikasi bisa dilakukan lewat tiga cara, yaitu membagi dana ke berbagai kelas aset (saham, obligasi, pasar uang), menyebar investasi ke berbagai sektor (teknologi, perbankan, konsumsi, energi), serta memperluas ke aset global agar tak hanya bergantung pada kondisi suatu negara.
Ia menyatakan, memulai investasi tidak harus rumit atau membutuhkan modal besar. Reksa dana disebutnya sebagai solusi praktis karena langsung dikelola profesional dan otomatis terdiversifikasi.
“Dengan langkah kecil yang konsisten, siapapun bisa menyiapkan masa depan finansial yang lebih sehat. Setiap rupiah yang ditanamkan hari ini adalah bibit-bibit untuk pohon kesejahteraan di masa depan,” ucap Danica.

