Mainkan Skuad Muda, Inter Milan Segel Tiket Semifinal Coppa Italia
Poin Penting
|
MONZA, investortrust.id – Cristian Chivu memberi apresiasi besar kepada akademi Inter Milan setelah kemenangan atas Torino di Coppa Italia. Pelatih I Nerazzurri itu menegaskan bahwa kualitas skuad bisa ditingkatkan tanpa harus selalu belanja pemain baru.
Inter tampil dengan rotasi besar pada laga tersebut, termasuk memberikan debut penuh kepada dua pemain muda, Matteo Cocchi dan Issiaka Kamate. Nama terakhir langsung memberi kontribusi lewat assist untuk gol sundulan Ange-Yoan Bonny.
Andy Diouf kemudian menambah keunggulan sesaat setelah jeda, sebelum Torino memperkecil skor melalui Sandro Kulenovic. Situasi sempat menegangkan ketika Matteo Prati mencetak gol balasan, namun dianulir karena offside.
“Saya bukan jurnalis dan juga tidak bermain fantasy football, jadi saya tidak akan memberi nilai pemain. Saya puas dengan performa tim, dengan energi yang kami tunjukkan dan apa yang kami ciptakan. Saat skor menjadi 2-1, lawan tentu mendapat dorongan semangat, tetapi mereka tidak terlalu banyak merepotkan kami,” canda Chivu kepada Sport Mediaset.
Baca Juga
Laga ini digelar di U-Power Stadium, Monza, karena San Siro sedang dipersiapkan untuk upacara pembukaan Olimpiade Musim Dingin Milano-Cortina 2026. Menurut Chivu, kondisi jadwal yang padat membuatnya memilih pemain-pemain dengan energi segar.
“Kami tahu dengan siapa kami bekerja. Ini tipe pertandingan yang membutuhkan tenaga dan kesegaran, itulah mengapa saya memilih pemain yang punya energi. Januari sudah sangat padat dan Februari akan lebih sibuk lagi,” jelas Chivu.
Chivu juga secara khusus memuji sistem pembinaan muda Inter. “Saya memberi selamat kepada Cocchi dan Kamate, tapi juga kepada orang-orang di akademi Inter yang telah membina mereka selama bertahun-tahun. Hari ini Cocchi dan Kamate, tapi saya juga bisa menyebut Bovo, Topalovic, Alexiou, dan Berenbruch,” ujarnya.
Inter sendiri tidak merekrut pemain baru pada bursa transfer Januari, meski Denzel Dumfries masih dibekap cedera. “Anda bisa meningkatkan kualitas tim tanpa harus mendatangkan pemain baru. Kami sempat mencoba, tetapi bursa Januari sangat rumit. Dengan skuad 23–24 pemain, ditambah dukungan dari tim U-23, kami tetap bisa berjalan,” tegas Chivu.
Kemenangan ini membawa Inter ke semifinal Coppa Italia, mereka akan menghadapi Napoli atau Como. Babak semifinal menjadi satu-satunya fase yang dimainkan dengan format dua leg. Di Serie A, Inter juga masih memimpin klasemen dan akan menjalani play-off Liga Champions melawan Bodo/Glimt.
“Kami ingin tetap kompetitif dan menjaga konsistensi dari apa yang telah dibangun dalam beberapa tahun terakhir. Kami terus melangkah dengan keyakinan, kerja keras, dan performa yang baik, sambil sadar bahwa kami masih bisa berkembang,” kata Chivu.
Ini menjadi kali ke-19 dalam 30 musim terakhir Inter mencapai semifinal Coppa Italia, sekaligus kemenangan kedelapan beruntun atas Torino. Jadwal semifinal yang berdekatan dengan Derby della Madonnina sempat memunculkan kekhawatiran soal kelelahan, terutama karena AC Milan sudah tersingkir dari Coppa Italia dan tak memiliki agenda Eropa.
“Saya tidak pernah khawatir. Saya suka bermain sepak bola, dan saat masih jadi pemain, saya lebih memilih bertanding daripada latihan. Inter tidak boleh kehilangan ambisi, tapi ambisi juga tidak boleh berubah menjadi obsesi. Kami bekerja keras agar selalu siap, dan itulah yang selalu dilakukan para pemain ini,” pungkas Chivu.
Baca Juga
Termasuk Indonesia, AFC Umumkan Calon Tuan Rumah Piala Asia 2031

