Gagal ke Final Carabao Cup, Pelatih Chelsea Liam Rosenior Santai
Poin Penting
|
LONDON, investortrust.id – Pelatih Chelsea Liam Rosenior menegaskan Estevao Willian dan Cole Palmer mencerminkan karakter serta semangat juang yang ingin dia tanamkan dalam skuad The Blues, meski gagal melaju ke final Carabao Cup seusai disingkirkan Arsenal.
Chelsea datang ke Emirates Stadium dengan misi membalikkan ketertinggalan satu gol dari leg pertama semifinal. Namun, laga berjalan ketat dengan minim peluang bersih. Saat The Blues mencoba menekan di menit-menit akhir demi menyamakan agregat, Arsenal justru mencetak gol lewat serangan balik, mengunci kemenangan 1-0 di leg kedua dan agregat 4-2.
Kegagalan lolos ke final Wembley tentu mengecewakan Rosenior. Meski demikian, dia tetap memberi apresiasi tinggi kepada Estevao Willian dan Cole Palmer yang masuk sebagai pemain pengganti sekitar 30 menit terakhir dan menunjukkan sikap yang menurutnya sangat dibutuhkan Chelsea ke depan.
Baca Juga
Arsenal Kembali ke Final Setelah 6 Tahun, Mikel Arteta Bilang Begini
“Estevao, saya harus mengatakan, di usianya yang baru 18 tahun, dia melewati hal yang sangat personal. Dia terbang ke Brasil lalu kembali hanya dalam dua hari demi bisa bermain di laga ini. Itu menunjukkan segalanya tentang karakter dan semangat yang saya inginkan dari tim ini,” ujar Rosenior di situs resmi The Blues.
Dia juga menyoroti kontribusi Cole Palmer yang kembali memberi dampak positif. “Dan Cole. Cole memberi kami performa 90 menit yang luar biasa saat melawan West Ham akhir pekan lalu. Dia adalah permata, kami harus menjaganya dan memastikan dia siap sepanjang musim. Ketika dia masuk hari ini, momen-momennya sangat berkualitas,” lanjutnya.
Rosenior menegaskan Chelsea tidak boleh larut dalam kekecewaan. “Secara keseluruhan kami kecewa tidak lolos, apalagi melawan tim yang sangat bagus. Tapi kemunduran ini tidak boleh memengaruhi masa depan kami,” tegasnya.
Di sisi lain, Rosenior juga menjelaskan absennya kapten tim Reece James dan winger Pedro Neto pada laga krusial tersebut. Keduanya dipastikan menepi karena mengalami cedera ringan yang membuat mereka tidak memungkinkan untuk tampil.
“Pedro dan Reece mengalami sedikit benturan. Rasa sakitnya terlalu besar untuk pertandingan malam ini. Mereka selalu ingin bermain. Reece adalah kapten dan pemimpin yang luar biasa, sementara Pedro adalah profesional dan pemain yang hebat,” jelas Rosenior.
Absennya dua pemain tersebut turut memengaruhi keputusan taktik Rosenior yang memilih skema tiga bek sejak awal laga. Menurutnya, pemilihan sistem tidak bisa dilepaskan dari kondisi skuad dan konteks pertandingan.
“Ketersediaan pemain selalu memengaruhi sistem. Lawan yang dihadapi, kondisi kebugaran, dan intensitas yang sudah kami keluarkan di pertandingan sebelumnya juga jadi pertimbangan. Melawan West Ham kami bertarung sampai menit ke-97 untuk bangkit dari ketertinggalan 2-0. Semua faktor itu harus diperhitungkan untuk memberi peluang terbaik memenangkan pertandingan,” kata Rosenior.
Baca Juga
Banding Ditolak, FIFA Tetap Hukum Ketua BTN Indonesia Sumardji

