Pelatih Minta Anthony Joshua Perlakukan Francis Ngannou dengan Rasa Hormat
LONDON, investortrust.id – Pelatih Anthony Joshua, Ben Davison, meminta anak didiknya itu memperlakukan Francis Ngannou dengan hormat. Maksudnya, Anthony Joshua harus melihat Francis Ngannou sebagai petinju profesional, bukan petarung MMA.
Pertarungan unik yang ditunggu banyak penggemar tinju akan tersaji di Riyadh, Arab Saudi, pada 8 Maret 2024 saat petinju profesional yang pernah menyandang status juara dunia melawan petarung MMA. Itu adalah Anthony Joshua vs Francis Ngannou.
Di atas kertas, Anthony Joshua diunggulkan. Selain pengalaman yang lebih banyak, pertarungan ini bakal menggunakan aturan petinju profesional.
Namun, segala kelebihan teknis maupun non teknis yang dimiliki Anthony Joshua ternyata tidak membuat sang pelatih, Ben Davison, tenang. Justru, dia meminta anak didiknya menghormati Francis Ngannou. Dia berharap Anthony Joshua memperlakukan pertarungan ini dengan serius layaknya menghadapi sesama petinju profesional top dunia.
Baca Juga
Resmi! Inilah Tanggal Tarung Anthony Joshua vs Francis Ngannou di Arab Saudi
Dasar pemikiran Ben Davison adalah pertarungan Francis Ngannou dengan Tyson Fury pada 28 Oktober 2023. Pada pertarungan bertajuk Battle of the Baddest di Riyadh itu, Francis Ngannou memang kalah. Tapi, petarung asal Kamerun membuat Tyson Fury bekerja keras selama 10 ronde.
Francis Ngannou mampu menekan Tyson Fury dengan sangat intensif. Bahkan, Tyson Fury harus menang split decision 94–95, 96–93, 95–94.
“Perlakukan dia dengan hormat. Jangan sampai kita melupakannya. Dia mengalami kekalahan split decision dari Tyson Fury. Hal itu langsung menempatkannya di antara orang-orang yang benar-benar menyulitkan Tyson Fury,” ujar Ben Davison kepada Sky Sports.
Selain kekuatan fisik yang tidak diragukan lagi, Ben Davinson juga menilai Francis Ngannou memiliki atribut lain yang dapat membuat Anthony Joshua kesulitan. “Dia menunjukkan ketenangan. Dia menunjukkan kesabaran. Itu merupakan hal yang menjadi ancaman ketika anda bisa memukul seperti itu,” ujar Ben Davison.
“Saya pikir akan lebih mudah menghadapi lawan yang gegabah, yang kurang memiliki kesabaran, yang kurang memiliki ketenangan. Tapi, itu adalah hal-hal tidak dia (Francis Ngannou) tunjukkan. Jadi, kami memperlakukannya seperti petinju kelas berat, kelas dunia,” ungkap Ben Davison.
Lebih lanjut, Ben Davison menjelaskan pertarungan Francis Ngannou dengan Tyson Fury benar-benar berada dalam analisisnya. “Saya rasa, pertarungan 10 ronde melawan Tyson Fury adalah aset besar bagi kami (untuk menganalisis Francis Ngannou),” beber Ben Davison.
“Anda akan melawan jagoan MMA. Banyak KO yang dia lakukan dengan pukulannya (di MMA). Jadi, ada sedikit hal yang perlu diperhatikan dari MMA juga. Dan, tentu saja pertarungan 10 ronde dengan Tyson Fury (menjadi bahan evaluasi),” lanjut Ben Davison.
Ben Davison juga mengingatkan Anthony Joshua akan ada lebih banyak hal yang mengejutkan dari Francis Ngannou. “Kami tidak tahu. Mungkin ada area lain dalam pertarungannya yang ingin dia tunjukkan kepada kami,” kata Ben Davison.
“Tapi, kami sudah siap dan harus mempersiapkan diri untuk apa yang kami pikir dia mampu melakukan dan aspek permainan apa lagi yang menurut kami mungkin dia coba terapkan atau taktik yang mungkin mereka coba terapkan melawan AJ. Hanya itu yang bisa kami lakukan,” pungkas Ben Davison.
Baca Juga
Mantap! Anthony Joshua vs Francis Ngannou Deal, Eks Juara Dunia Tinju Lawan Jagoan UFC

