John Herdman Tak Takut Tekanan dan Kritikan Suporter Timnas Indonesia
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Nakhoda Timnas Indonesia John Herdman menegaskan tidak takut dengan tekanan dan kritikan yang akan didapatkan jika hasil skuad Garuda tidak sesuai ekspektasi suporter.
Perkenalan resmi John Herdman sebagai pelatih Timnas Indonesia diselenggarakan di Hotel Mulia, Jakarta, Selasa (13/1/2025). Hadir dalam acara itu Ketua Umum PSSI Erick Thohir, Zainudin Amali, Ratu Tisha, serta sejumlah anggota Komite Eksekutif PSSI.
Juru latih Inggris yang sukses sebagai arsitek Selandia Baru dan Kanada itu dikontrak dengan dua tahun dengan opsi perpanjangan dua tahun. Dibantu Cesar Meylan sebagai pelatih fisik, John Herdman juga akan memimpin Timnas U-23 Indonesia.
Baca Juga
Target John Herdman Antarkan Timnas Indonesia ke Piala Dunia 2030
John Herdman sadar, tekanan melatih Timnas Indonesia akan sangat besar. Sebab, tim Merah-Putih sebelumnya nyaris menembus Piala Dunia 2026. Garuda kalah dari Arab Saudi dan Irak di babak kualifikasi putaran keempat. Kekalahan itu berujung berakhirnya masa kerja Patrick Kluivert yang hanya bertahan 10 bulan.
"Saat saya melatih Kanada, kami lolos ke Piala Dunia. Tapi, itu tidak bisa terjadi dalam satu malam. Itu membutuhkan 36 tahun untuk bisa melangkah ke sana," ujar John Herdman.
"Untuk Indonesia, mereka mengambil langkah yang besar terakhir ini, dan kita harus melangkah ke tahap selanjutnya, dan kita akan melakukannya. Jadi, komitmen saya bahwa tekanan itu sesuatu yang akan membuat kami, mengarahkan kami, untuk bisa memastikan bahwa kami bisa ke momen itu untuk negara ini," tambah John Herdman.
"Itulah mengapa saya datang ke sini, sebuah kesempatan yang di mana menjadi alasan saya bangun dari kasur saya tiap hari," lanjut John Herdman.
John Herdman memastikan, tidak gentar menghadapi tekanan besar yang menyertai tugasnya memimpin Timnas Indonesia. "Tekanan itu sebuah keistimewaan. Anda datang ke sebuah organisasi, anda memimpin sebuah tim, lalu anda juga memikul negara ini," kata John Herdman.
"Sekarang, itu (tekanan) bisa jadi sebuah kutukan atau anugerah. Kita akan mengoptimalisasikan itu menjadi sebuah anugerah untuk kita semua. Akan jadi sebuah kesempatan yang besar jika saya melanjutkannya dan memberikannya kepada para pemain," beber John Herdman.
"Ketika sebuah negara terhenti dan lolos untuk pertama kalinya, saya menikmati momen itu. Jadi, saya paham akan hal itu. Saya akan mengatakan kepada para pemain bahwa tekanan itu sebuah anugerah. Kita akan mendengarkan fans, kita akan menggunakan energi mereka," tutup John Herdman.
Baca Juga
Alasan John Herdman Pilih Timnas Indonesia Dibanding Jamaika atau Honduras

