Kacau! Jelang Opening Ceremony SEA Games 2025, Militer Thailand dan Kamboja Bentrok
Poin Penting
|
BANGKOK, investortrust.id — Ketegangan di perbatasan Thailand dan Kamboja mewarnai persiapan menjelang pembukaan SEA Games 2025. Kontak senjata pecah setelah kedua negara saling menuding pihak lawan sebagai pemicu. Itu memunculkan kekhawatiran akan keamanan penyelenggaraan pesta olahraga Asia Tenggara.
SEA Games 2025 akan menggelar opening ceremony di Rajamangala National Stadium, Bangkok, Selasa (9/12/2025) malam WIB. Ajang ini akan berlangsung hingga Sabtu (20/12/2025) dan diikuti 11 negara anggota ASEAN, termasuk Kamboja.
SEA Games 2025 menjadi momentum penting bagi Thailand, yang kembali menjadi tuan rumah setelah penantian 18 tahun. Terakhir kali mereka menjadi tuan rumah ada 2007 di Nakhon Ratchasima, kota di perbatasan dengan Laos.
Baca Juga
Timnas U-22 Indonesia Fokus Laga Terakhir Tanpa Berpikir Hasil Grup Lain
Namun, penyelenggaraan kali ini sempat menuai kritik karena persiapan dianggap terhambat oleh transisi pemerintahan. Menteri Pariwisata dan Olahraga Attakorn Sirilatthayakon mengakui tantangan tersebut. Tapi, dia menjamin upacara pembukaan akan berlangsung meriah dan membanggakan.
Dengan mengusung tema “WE ARE ONE”, pesta pembukaan dirancang untuk menonjolkan pesan persatuan sekaligus mengenang sejarah penyelenggaraan SEAP Games pertama 66 tahun silam di Thailand.
Rencananya, bintang K-pop asal Thailand, BamBam, akan turut tampil dalam pertunjukan utama. Sementara prosesi penyalaan obor yang dikemas dengan inovasi baru disebut akan menjadi sorotan, dengan komitmen mengurangi polusi demi mendukung konsep “Friendly Environmental SEA Games” di sekitar Stadion Nasional Rajamangala.
Sayang, kenyataan di lapangan tidak sesuai harapan. Militer Thailand dan Kamboja kembali terlibat kontak senjata di perbatasan. Ini memunculkan kekhawatiran terhadap keselamatan kontingen Kamboja di SEA Games 2025.
Uniknya, meski situasi memanas, kontingen Kamboja tetap menjalankan agenda resmi dengan menggelar seremoni pengibaran bendera di Indoor Stadium Huamark, Senin (8/12/2025). Tindakan itu menjadi penegasan bahwa mereka tetap ambil bagian dalam kompetisi olahraga terbesar di kawasan tersebut.
Ketua kontingen Thailand Thana Chaiprasit menyampaikan Kamboja mengirim sekitar 170 atlet.Dia memastikan keamanan tambahan telah diterapkan, termasuk menempatkan seluruh rombongan dalam satu hotel serta meningkatkan pengawasan di area akomodasi dan venue.
“Saya tidak melihat adanya potensi masalah besar. Tapi, kami imbau mereka tetap berada di dalam hotel. Bila harus keluar, sebaiknya tidak mengenakan atribut tim,” ujar Thana Chaiprasit, dilansir media lokal Khaosod English.
Baca Juga
Senjata Makan Tuan? Indra Sjafri Sayangkan Garuda Muda Kebobolan Dari Throw-in

