Telan Biaya Total Rp412 Miliar, Laga Argentina di Angola Tuai Kontroversi
Poin Penting
|
LUANDA, investortrust.id – Kontroversi menyelimuti FIFA Matchday Argentina lawan Angola di Luanda, Sabtu (15/11/2025) dini hari WIB. Ini terkait besarnya biaya yang dikeluarkan Pemerintah Angola untuk mendatangkan Lionel Messi.
Pelatih Argentina Lionel Scaloni memastikan Lionel Messi akan tampil pada laga persahabatan melawan Angola di Estadio 11 de Novembro. Pelatih berusia 47 tahun itu juga menegaskan dirinya akan menurunkan para pemain yang sudah dipastikan atau berpeluang tampil di Piala Dunia 2026.
Sebab, uji coba melawan Angola menjadi momentum penting karena pertandingan ini merupakan laga terakhir Argentina dalam tahun kalender FIFA 2025. Lionel Scaloni menyebut Argentina akan tampil dengan komitmen penuh tanpa meremehkan Angola.
Baca Juga
Ada Masalah Apa? Pemilik Liverpool Batalkan Investasi di Getafe
The Angolan national team sold tickets for the Angola vs. Argentina match for just ONE DOLLAR! 🇦🇴🇦🇷
— The Touchline | 𝐓 (@TouchlineX) November 14, 2025
The game is being held in celebration of the 50th anniversary of Angola’s independence, and a crowd of 50,000 fans is expected at the stadium.
— @gastonedul pic.twitter.com/paOv2ahSzu
“Lionel Messi akan bermain. Saya hanya belum tahu berapa menit. Kita lihat saja nanti. Yang jelas, masyarakat bisa melihat dia tampil. Tidak ada akan memberikan kemenangan pada lawan. Kami akan mencoba bermain baik dan menguasai pertandingan seperti biasa,” ucap Lionel Scaloni, di laman resmi AFA.
This is what Lionel Messi generates.
— All About Argentina 🛎🇦🇷 (@AlbicelesteTalk) November 14, 2025
Crazy scenes in Angola 🇦🇴 pic.twitter.com/n95hDAsmiu
“Superioritas hanya bisa dibuktikan di lapangan. Angola memiliki penyerang bagus dan bek tengah berpostur tinggi yang kuat dalam duel udara. Kalau mereka bermain kompak, kami bisa saja kesulitan,” tambah Lionel Scaloni.
Sejak awal, lag aini menuai kontroversi. Sebenarnya, Argentina berupaya mengatur pertandingan melawan Korea Selatan dan Jepang. Tapi, rencana itu gagal terwujud setelah muncul permintaan biaya pertandingan US$8 juta (Rp132 miliar) yang dianggap terlalu tinggi oleh kedua negara Asia Timur tersebut.
Di saat Korea Selatan dan Jepang menolak, Angola justru mengambil keputusan berbeda. Pemerintah Angola menggelontorkan total US$25 juta (Rp412 miliar), termasuk US$12 juta (Rp198 miliar) sebagai match fee dan sisanya untuk renovasi stadion, demi memastikan Argentina hadir di Luanda.
Langkah ini memicu kritik luas. Pertama, Angola gagal lolos ke Piala Dunia 2026 setelah finish di peringkat keempat grup kualifikasi Afrika, tertinggal dari Cape Verde. Kedua, kondisi sosial dan ekonomi Angola.
Fakta menunjukkan, negara yang kaya sumber daya alam itu masih memiliki lebih dari setengah populasi yang hidup dengan pendapatan di bawah US$4 (Rp66 ribu) per hari. Jadi, pengeluaran jumbo untuk sebuah laga persahabatan dinilai tidak selaras dengan kebutuhan masyarakat.
Baca Juga
Tinggal 90 Menit Lagi, Sejarah Piala Dunia di Depan Mata Erling Haaland
¡LA SELECCIÓN ARGENTINA YA ESTÁ EN ANGOLA!
— TyC Sports (@TyCSports) November 13, 2025
La Albiceleste arribó al país africano para el amistoso que tendrá lugar mañana a partir de las 13:00 hs. pic.twitter.com/vykK1XeEwF

