Unik! Fakta Julian Nagelsmann, Pelatih Baru Timnas Jerman Pengganti Hansi Flick
JAKARTA, Investortrust.id – Asosiasi Sepak bola Jerman (DFB) baru saja mengumumkan Julian Nagelsmann sebagai pelatih baru pengganti Hansi Flick. Mantan nakhoda Hoffenheim dan Bayern Muenchen itu sosok yang punya segudang cerita unik. Apa saja?
Hansi Flick harus dipecat setelah serangkaian hasil buruk Jerman dalam setahun terakhir. Der Panzer hanya menang empat kali dari 17 pertandingan. Itu termasuk kekalahan memalukan 1-4 dari Jepang pada FIFA Matchday edisi September 2023. DFB tidak bisa memaafkan Hansi Flick karena di Piala Dunia 2022 juga gagal total.
Untuk mengisi kekosongan pelatih, DFB langsung menunjuk Julian Nagelsmann. Tugasnya, memimpin Der Panzer di Euro 2024.
“Kami akan menggelar Piala Eropa. Ini sesuatu yang spesial karena jarang terjadi. Saya focus membawa tim tampil bagus di negara yang hebat ini. Saya ingin sekali menerima tantangan ini. Laga di Dortmund adalah awal. Kami akan lebih solid tahun depan,” ujar Julian Nagelsmann, di situs resmi DFB.
Uniknya, sebelum melatih Jerman, Julian Nagelsmann juga mengisi peran Hansi Flick di Bayern Muenchen. Saat itu, pada musim panas 2021, Hansi Flick meninggalkan Bayern Muenchen untuk melawan Jerman. FC Hollywood lalu menunjuk Julian Nagelsmann sebagai pengganti.
Selain itu, ada sejumlah keunikan lain yang melekat pada Julian Nagelsmann. Mendapatkan julukan ‘Baby Mourinho’ di awal karier kepelatihannya, Julian Nagelsmann telah membuktikan diri sebagai salah satu juru taktik jempolan. Dia memiliki kualitas yang layak dibanggakan.
Baca Juga
Banjir 7 Gol di Liga Champions! Ini Respons Bayern Muenchen dan Manchester United
Berikut ini 5 fakta menarik Julian Nagelsmann di sepakbola:
1. Sebulan Lebih Muda dari Lionel Messi
Julian Nagelsmann berusia 28 tahun ketika melatih Hoffenheim pada 2016. Dia menggantikan Huub Stevens, yang mengundurkan diri karena kesehatan. Klub berada di posisi 17 saat dia datang, dan tampaknya akan turun kasta. Tapi, dia berhasil menyelamatkan Hoffenheim dari jurang degradasi.
Dengan penunjukkan itu, Julian Nagelsmann menjadi pelatih termuda dalam sejarah Bundesliga. Bahkan, usianya sebulan lebih muda dari megabintang Argentina Lionel Messi, yang hingga hari ini masih aktif bermain.
2. Cedera Lutut Parah Memaksa Pensiun Dini
Lahir di Landsberg am Lech, Julian Nagelsmann bermain untuk TSV 1860 Munich. Tapi, Ketika rekan setimnya, Christian Traesch dan Fabian Johnson, melanjutkan karier di Bundesliga, Julian Nagelsmann berhenti. Cedera lutut yang diderita tak lama setelah bergabung dengan FC Augsburg mengakhiri ambisinya di usia 20 tahun.
Baca Juga
Siapa 777 Partners? Calon Investor Everton yang Ditolak Owner Klub Liga Premier Inggris
3. Pelopor Teknologi Footbonaut di Sepak bola
Julian Nagelsmann terkenal sebagai pelatih modis dan gaul. Dia juga tidak gagap teknologi (gaptek). Buktinya, saat melatih Hoffenheim, dia memperkenalkan terknologi Footbonaut. Itu adalah sistem yang khusus dibuat untuk pelatih agar bisa memantau pergerkan pemain di lapangan.
Sistem ini bekerja dengan empat kamera. Dua kamera dari menara tinggi di atas garis tengah. Dua lainnya di belakang setiap gawang. Umpan dari setiap kamera dapat ditampilkan di layar kapan saja dan kamera dikendalikan oleh staf pelatih. Ada juga drone yang memantau dari udara.
Lalu, Julian Nagelsmann memasang videowall di garis tengah lapangan latihan. Itu memberi mereka kesempatan menghentikan, memundurkan, atau mempercepat rekaman untuk menunjukkan kepada para pemain kelebihan atau kekurangan yang didapat ketika Latihan.
4. Catatkan Rekor Poin di Musim Debut yang Luar Biasa
Julian Nagelsmann melatih Hoffenheim dari Februari 2016 sampai akhir musim 2018/2019. Selama itu, dia memainkan 116 pertandingan dengan Hoffenheim dan memperoleh total 191 poin.
Sebagai perbandingan, pada periode yang sama, Bayern Muenchen menang 279 kali dan Borussia Dortmund (228). Sementara tim-tim besar lain seperti Bayer Leverkusen (182), Borussia Moenchengladbach (170), dan Schalke 04 (158).
5. Sosok Dermawan yang Tak Sungkan Berbagi dengan Sesama
Julian Nagelsmann menjadi pelatih pertama di dunia yang mendaftar ke inisiatif Common Goal. Itu sebuah proyek amal yang bertujuan menyumbangkan setidaknya 1% gaji pesepakbola untuk dana kolektif yang dikelola organisasi non-pemerintah Street Football World di Berlin.
Langkah Julian Nagelsmann kemudian diikuti pemain-pemain Bundesliga lain seperti Mats Hummels, Serge Gnabry, dan Dani Olmo.
Baca Juga
Ada Apa? Dapat Investasi Rp 7,6 Triliun, Chelsea Justru Potong Gaji Pemain

