La Palapa Hadirkan Ruang Kreatif Tanpa Batas untuk Seniman dan Publik di Festival Funtaztic.ly
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id – La Palapa, platform yang menghubungkan seniman, pegiat budaya, kurator, komunitas, dan pelaku kreatif dari seluruh Indonesia, berpartisipasi dalam festival gaya hidup Funtaztic.ly by BRI 2025 yang digelar di Tennis Indoor Senayan, Jakarta akhir pekan lalu.
Bekerja sama dengan Superlative Secret Society, la Palapa menghadirkan mini art showcase yang menampilkan karya seniman kontemporer, seperti Redmiller Blood, Anjastama, Fauzan, Popomangun, dan lainnya.
Baca Juga
SAFF & Co Dorong Seniman Disabilitas Terlibat Lebih Dalam Industri Kreatif
Berlokasi di area Popland Market, booth la Palapa x Superlative Secret Society menjadi ruang apresiasi seni visual yang menyuguhkan beragam karya dalam bentuk lukisan, digital print, art toys, hingga merchandise eksklusif. Pengunjung dapat menikmati karya seniman muda yang tengah berkembang maupun nama-nama yang sudah dikenal di kalangan seni urban.
“Mini art showcase ini adalah bentuk dari visi besar kami menghadirkan seni dalam format lebih dekat dan bisa dinikmati siapa saja. Kami membangun jembatan antara seniman dan publik, tanpa batas, tanpa jarak,” ucap pengusaha milenial Adrian Zakhary dikutip dalam keterangannya, Selasa (29/7/2025).
Funtaztic.ly merupakan festival yang diinisiasi promotor Syahlive, bagian dari grup Syah Creative Indonesia. Acara yang dikemas dengan konsep one stop hang out itu menyuguhkan hiburan musik lintas genre yang dikombinasikan dengan elemen visual modern.
Konser ini menghadirkan penyanyi internasional asal Inggris, Elliot James Reay. Elliot sukses menghibur para penonton dengan lagu-lagu hitsnya, seperti Boy in Love, Who Knew that Dancing was A Sin, hingga lagunya yang viral yakni I Think Call This Love. Selain itu, Funtaztic.ly by BRI juga menghadirkan musisi papan atas di Indonesia, seperti Tulus, Ziva Magnolya, Lyodra Ginting, dan HIVI!.
Baca Juga
Telkomsel Gelar Ajang Voting Desain Seni Grafis Karya Seniman Disabilitas
Chief Executive Officer (CEO) SyahLive Ferrisyah mengaku konser ini mendapat sambutan tinggi dari masyarakat. Hal ini menjadi bukti bahwa konsep acara tersebut berhasil menarik perhatian generasi muda. “Kami ingin menciptakan ruang seru bagi anak-anak muda untuk menikmati seni budaya, musik dan berinteraksi,” ujar Ferrisyah.

