Anak Sulit Fokus di Sekolah? Bisa Jadi Ini Penyebabnya
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id – Orang tua dituntut mempersiapkan anak masuk sekolah dengan asupan nutrisi yang tepat sehinga membantu mereka fokus dan aktif belajar. Langkah ini penting mengingat banyak anak yang kesulitan menyimak pelajaran karena kendala gizi..
Fakta penelitian menunjukkan bahwa 4 dari 10 anak yang sulit fokus akan mengalami kesulitan belajar, sehingga menghambat kemajuan akademis. Tidak jarang pendidik anak usia dini melaporkan bahwa anak-anak yang sulit konsentrasi cenderung kesulitan dalam tugas-tugas dasar, seperti membaca, menulis, berhitung (calistung), dan mengikuti instruksi secara konsisten.
Baca Juga
Menkomdigi Meutya Ajak Lawan Cyberbullying, Soroti Dampak Psikis Anak dan Remaja
Miftah Farid S.Pd seorang guru Taman Kanak-kanak (TK), berpendapat bahwa sebagai guru TK dirinya bingung masih ada siswa SMP yang belum hafal abjad meruuk sebuah survei yang menunjukkan lebih 40% anak SMP di Bali belum dapat menghafal abjad.
“Dari pengalaman menjadi guru TK selama 5 tahun, saya menyadari terkadang tantangan anak di sekolah adalah susah fokus saat belajar. Padahal, ini penting agar anak menguasai kemampuan baca tulis. Dengan fokus, anak dapat lebih mudah memahami materi pembelajaran, termasuk huruf, kata, dan konsep membaca serta menulis,” kata Miftah dalam keterangan yang diterima, Rabu (23/7/2025).
Anak yang susah fokus belajar belum tentu malas atau metode mengajar yang kurang menyenangkan. Tak menutup kemungkinan hal itu dipicu masalah kesehatan, seperti kekurangan zat besi. Jika terjadi sejak dini, akan berdampak pada gangguan perkembangan kognitif atau kecerdasan anak.
Dokumen WHO menyatakan, ada bukti kuat melalui penelitian bahwa kekurangan zat besi bisa menunda perkembangan psikomotor dan mengganggu kinerja kognitif anak prasekolah dan anak usia sekolah.
Sementara Siti Alifah Faiz, S.Pd. guru TK lainnya menilai bahwa proses belajar mengajar di sekolah akan berjalan optimal jika anak fokus terhadap pembelajaran. "Sebaiknya anak tidak terkendala kesehatan, seperti kekurangan zat besi," kata dia.
Baca Juga
Peringati Hari Anak Nasional, BRI Peduli Dukung Pendidikan Karakter
Dia menilai, kerja sama orang tua dan pendidik sangat penting mendukung proses belajar anak, termasuk pendidikan dasar. "Sebagai pendidik saya berharap orang tua lebih peka dan tidak abai dengan gejala-gejala anak kekurangan zat besi, seperti mudah lelah, kulit pucat dan kurang fokus," kata dia.
Head of Brand SGM Eksplor Anggi Morika Septie mengatakan, pemenuhan zat besi yang optimal sangat dibutuhkan anak agar fokus belajar di sekolah. SGM Eksplor berkomitmen mendukung kemajuan anak Indonesia dengan mengembangkan inovasi produk untuk berbagai tahapan usia anak, seperti SGM Eksplor 3Plus yang diformulasikan kandungan khusus untuk dukung penyerapan zat besi hingga dua kali lipat. "Inovasi ini diharapkan mendukung pemenuhan nutrisi lengkap anak usia 3 tahun ke atas, sehingga mereka siap belajar dengan baik di sekolah,” kata dia.

