Desa Mekarbuana, Secangkir Harapan dari Aroma Kopi Robusta Sanggabuana
JAKARTA, investortrust.id - Tak banyak yang tahu bahwa Karawang, selain terkenal sebagai lumbung padi Jawa Barat dan industrinya, juga menyimpan potensi kopi berkualitas dari Desa Mekarbuana. Desa Mekarbuana, yang dahulu hanya dikenal sebagai wilayah pertanian biasa, kini mulai dilirik sebagai kawasan agroekowisata.
Bukan tanpa alasan, dengan 413 hektare lahan kopi dan 360 keluarga petani yang aktif mengelola, desa ini menyimpan potensi besar untuk menjadi sentra kopi sekaligus tujuan wisata berbasis alam dan pertanian alias agroekowisata.
“Kami tidak ingin sekadar jadi penghasil kopi. Kami ingin dikenal sebagai desa kopi, tempat orang datang untuk belajar, menikmati, dan mencintai kopi,” ujar Kepala Desa Mekarbuana Jaji Maryono kepada Investortrust melalui sambungan telepon, Selasa (15/4/2025).
Desa Mekarbuana terletak di bagian paling selatan Kecamatan Tegalwaru, Kabupaten Karawang. Kini desa tersebut bisa dikatakan surga tersembunyi di Karawang yang sedang bangkit lewat aroma kopi robusta. Desa yang subur ini berada di kaki Gunung Sanggabuana.
Desa Mekarbuana memiliki keunikan yang tidak ditemukan di banyak tempat lain di Kabupaten Karawang. Di sini, pengunjung dapat menikmati pengalaman yang kontras antara keindahan alam yang hijau dan subur. Ini kontras dengan latar belakang kabupaten yang dikenal sebagai kawasan industri.
Foto: Dok. Istimewa
Selain kopi, Mekarbuana juga terkenal dengan buah durian, manggis, dan alpukat. Namun, kopi tetap menjadi primadona, terutama karena daya tariknya bagi wisatawan. Wisatawan bisa berjalan-jalan menyusuri perkebunan, memetik kopi langsung dari pohonnya, lalu duduk menikmati secangkir kopi hangat, semuanya bisa menjadi pengalaman wisata yang autentik.
“Warga Mekarbuana banyak yang jadi petani kopi. Sebelumnya tidak ada yang tahu di Karawang ada kebun kopi. Asumsinya oh Karawang pasti beras. Padahal karena kita di Selatan, kebun kopi cukup luas,” ujar pria kelahiran 6 April 1975 tersebut.
Potensi itulah yang kini mulai digarap oleh pemerintah desa bersama BUMDes dan didukung oleh berbagai pihak, termasuk PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI). Dukungan mulai dari pelatihan, bantuan mesin roasting, hingga akses Kredit Usaha Rakyat (KUR) menjadi angin segar bagi para petani.
Baca Juga
Desa BRILiaN Terbaik 2021
Foto: Dok. Istimewa
Jaji menceritakan, tahun 2021 menjadi titik balik seiring juga langkahnya saat itu memetakan masalah desa untuk maju mencalonkan diri menjadi kepala desa, Mekarbuana resmi menjadi Desa BRILiaN, program pemberdayaan desa dari Bank BRI. Bahkan melalui kopi, desa ini meraih penganugrahan Desa BRILiaN Terbaik 2021.
Sejak itu, berbagai bentuk dukungan mulai mengalir pelatihan petani, bantuan peralatan pengolahan kopi, akses pembiayaan lewat KUR, hingga pendampingan membangun merek lokal.
Setelah terdaftar sebagai Desa BRILiaN, beragam bentuk pemberdayaan didapatkan seluruh pelaku usaha, mulai dari petani di tingkat hulu hingga distributor di tataran hilir. Pemberdayaan dan pendampingan berupa pembiayaan dan permodalan, pengadaan mesin-mesin pendukung, hingga pendidikan serta pelatihan, semua didapatkan.
“BRI banyak membantu kami dari sisi permodalan lewat KUR, sehingga masyarakat kami banyak terbantu. Contoh lainnya, pembuatan kopi sebelumnya belum mempunyai mesin mixing kopi untuk me-mix kopi dan gula, kini dibantu BRI. Jadi cukup besar peran BRI kepada desa kami,” ungkap Jaji.
Kopi robusta dari desa ini, jelas Jaji akan memasuki musim panen pekan depan. Di mana per hektare rata-rata bisa menghasilkan 8-12 ton green bean kopi.
“Tahun sekarang Alhamdulillah naik 15% jumlah panennya dengan pembinaan dari pemerintahan desa, melalui BUMDes, dinas pertanian, dinas perkebunan. Jadi sekarang petani sudah lebih sadar cara pemberdayaan kopi,” ujar pria yang baru memiliki seorang cucu ini.
Kini, kopi lokal ini hadir dalam kemasan merek KOSA kepanjangan dari Kopi Sanggabuana. KOSA dijual dengan harga Rp 2.000 per sachet. Pemasarannya baru ke warung-warung di sekitar Karawang.
Sementara itu, Kepala BUMDes Buanamekar Dedi Priyatna menggambarkan pemberdayaan BRI yang menyasar pada pengembangan sumber daya manusia di desa tersebut. Pelatihan yang diberikan terbukti berhasil menciptakan masyarakat yang lebih mandiri dan berani bersaing dalam proses bisnis.
“Karena jujur saja, dari segi SDM Desa Mekarbuana masih perlu ditingkatkan, sehingga untuk membangun desa ini harus ekstra kerja keras. Kami lakukan beberapa pelatihan salah satunya untuk kopi kami mulai pembibitan, budi daya, panen, pasca panen, sampai ke pengolahan hasil,” ucap Dedi.
Gyan Rumboko yang kala itu menjadi mantri menambahkan, Desa Mekarbuana berpotensi tinggi untuk menjadi suatu ekosistem bisnis perdesaan yang terintegrasi dengan potensi alam yang ada, diiringi dengan pemberdayaan yang selaras dengan visi misi BRI. "Pertama kali saya melihat dan membina wilayah tersebut dari sudut pandang pemikiran saya, hati dan pemikiran saya ke arah Desa BRILiaN. Apalagi dibimbing oleh atasan dan tidak lupa kantor pusat BRI divisi Social Enterpreneurship & Incubation yang sangat membantu dan membimbing saya," ujar Gyan yang saat ini justru menjadi wirausaha.
Baca Juga
Dukung Asta Cita Pemerintah, BRI Kembali Gelar Program Desa BRILian 2025. Ini Detailnya!
Desa Berkelanjutan
Program Desa BRILiaN merupakan program inkubasi dari BRI yang mendukung pengembangan desa melalui empat aspek utama, antara lain penguatan Badan Usaha Milik Desa (BUMDesa), digitalisasi, inovasi, dan sustainability.
Hingga akhir tahun 2024, jumlah Desa BRILiaN yang dibina oleh BRI mencapai 4.327 desa di seluruh Indonesia atau mengalami peningkatan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya yang tercatat sebanyak 3.178 desa.
Melalui Desa BRILiaN 2025, Senior Executive Vice President (SEVP) Bisnis Ultra Mikro BRI M Candra Utama mengatakan bahwa BRI tidak hanya menghadirkan pendampingan dan pembinaan, tetapi juga mempertegas komitmen nyata dalam mewujudkan desa-desa yang inovatif, adaptif, mandiri, dan berkelanjutan.
Sebagai bagian dari implementasi Astacita, BRI terus mendorong penguatan ekonomi pedesaan melalui kolaborasi, digitalisasi, dan pemberdayaan berbasis potensi lokal.
“BRI percaya bahwa desa yang berdaya akan menjadi kunci terciptanya perekonomian nasional yang kuat dan inklusif,” ujar Candra dalam siaran pers, Rabu (5/3/2025).
Sebagai program yang dirancang untuk meningkatkan perekonomian desa, Desa BRILiaN 2025 membuka kesempatan bagi desa-desa di seluruh Indonesia untuk bergabung dan mendapatkan manfaat dari ekosistem yang terintegrasi.
Foto: Investortrust/Mohammad Defrizal
Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengapresiasi BRI dalam mendukung pertumbuhan UMKM. Tak cuma itu, ia juga mendorong BRI untuk terus meningkatkan jumlah Desa BRILiaN.
“Jadi kalau tadi Desa BRILiaN masih sekitar 4.300 desa, saya harap tahun depan sudah bisa naik 3 kali lipat sehingga menjadi at least 1 per 3 atau 1 per 4 dari total desa di Indonesia," ujarnya di BRI UMKM EXPO(RT) & BRI Microfinance Outlook 2025 di ICE BSD City, Tangerang, Kamis (30/1/2025)
Sri Mulyani menambahkan bahwa BRI memainkan peranan penting dalam mendukung pembiayaan UMKM dengan tetap mengedepankan profitabilitas dan keberpihakan terhadap pertumbuhan ekonomi inklusif.

