Master Bagasi Tawarkan Diaspora Makanan Khas Nusantara
JAKARTA, investortrust.id – Ramadan selalu menjadi bulan penuh berkah dan momen kebersamaan bagi umat Muslim di seluruh dunia. Namun, bagi diaspora Indonesia yang tidak dapat pulang ke tanah air, rasa rindu akan keluarga dan suasana kampung halaman menjadi tantangan tersendiri.
Selama bulan puasa, suasana sahur dan berbuka yang biasanya dinikmati bersama keluarga di tanah air harus dijalani dengan cara yang berbeda oleh diaspora Indonesia.
"Ramadan bukan hanya tentang menahan lapar dan haus, tetapi juga tentang kebersamaan. Kami ingin membantu diaspora tetap merasa dekat dengan rumah melalui makanan dan produk khas Indonesia,” ujar Founder dan CEO Master Bagasi Amir Hamzah dalam siaran pers, Selasa (11/3/2025).
Baca Juga
Berbagi Cahaya Ramadan, Sinar Mas dan APP Group Wakafkan Ribuan Al-Qur'an
Hamzah menuturkan, bagi diaspora, menikmati makanan khas tanah air menjadi salah satu cara untuk mengobati rasa rindu. Oleh karena itu, Master Bagasi hadir sebagai solusi bagi diaspora yang ingin tetap menikmati menu berbuka dan sahur dengan cita rasa asli Indonesia. Dari makanan yang kaya rempah hingga sambal yang menggugah selera, semua dapat dipesan dengan mudah dan dikirim langsung ke berbagai penjuru dunia.
“Aplikasi Master Bagasi tersedia di App Store dan Play Store yang menjadi sarana diaspora untuk berbelanja ataupun mengirim barang dari Indonesia ke negara tempat perantauan masing-masing. Kami berharap Master Bagasi dapat menjadi jembatan antara produk khas asli nusantara dengan diaspora Indonesia bahkan warga dunia,” ungkap Hamzah.
Baca Juga
Tak hanya menghubungkan diaspora dengan kuliner tanah air, Master Bagasi juga menjadi solusi bagi diaspora yang ingin mendapatkan produk favorit mereka langsung dari Indonesia kepada sanak saudara di luar negeri. Dengan pengiriman yang cepat dan aman, mereka dapat berbagi kebahagiaan Ramadhan meskipun terpisah oleh jarak.
Dengan kehadiran Master Bagasi, Ramadan di perantauan, menurutnya terasa lebih dekat dengan rumah. Meski jauh dari keluarga, diaspora Indonesia tetap bisa menikmati berbuka dengan makanan favorit, menjadikan bulan suci lebih bermakna dan penuh kebersamaan.

