WHO: Kesepian Kini Menjadi Masalah Kesehatan Global
JAKARTA, investortrust.id - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah menyatakan kesepian sebagai ancaman kesehatan global yang “mendesak”, di tengah kekhawatiran bahwa kesepian akan memicu penyakit mental dan fisik yang signifikan di antara para penderitanya. Pada Kamis (16/11/2023), badan kesehatan masyarakat ini mengumumkan pembentukan komisi internasional berdurasi tiga tahun yang bertugas memerangi masalah kesehatan masyarakat global berupa kesepian dan isolasi sosial.
Komisi Hubungan Sosial (Commission on Social Connection) ini akan dipimpin bersama oleh dokter bedah umum AS Dr. Vivek Murthy dan Komisaris Pemuda Uni Afrika Zimbabwe, Chido Mpemba.
Baca Juga
Gagalnya Kesehatan Masyarakat jadi Ancaman Indonesia Emas 2045
"Kesepian telah lama tersembunyi dalam bayang-bayang, sering kali terlupakan dan jarang diakui, sementara berpotensi memengaruhi kesehatan mental dan fisik," ujar Dr. Vivek Murthy, yang juga menjabat sebagai salah satu ketua komisi ini. "Namun, saat ini kita memiliki peluang berharga untuk mengubahnya."
Isolasi sosial, yang diidentifikasi oleh WHO sebagai “kurangnya jumlah koneksi sosial dan kesepian,” telah dikaitkan dengan kecemasan dan depresi. "Isolasi sosial yang meningkat dan tingginya tingkat kesendirian di seluruh dunia memiliki dampak serius terhadap kesehatan serta kesejahteraan," ujar Dr. Tedros Adhanom Ghebreyesus, Direktur Jenderal WHO.
Menurut sebuah penelitian, risiko kesehatannya setara dengan merokok hingga 15 batang sehari, dan lebih besar dibandingkan risiko yang terkait dengan obesitas dan kurangnya aktivitas fisik, kata Dr Murthy. Laporan tersebut juga mengatakan kesepian meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular dan kematian dini hampir 30 persen.
Tak hanya itu, penelitian menunjukkan bahwa, pada orang lanjut usia, kesepian dikaitkan dengan peningkatan risiko demensia sebesar 50 persen. Kurangnya koneksi sosial juga dapat berdampak besar pada kesehatan mental, menempatkan orang pada risiko lebih tinggi terkena depresi dan bunuh diri, menurut Dr Murthy. Dia kemudian mendorong orang-orang yang kesepian untuk mencari “kekuatan penyembuhan” dari hubungan sosial.

