Kisah Sedih Kento Momota, Juara Dunia Bulutangkis Asal Jepang Pensiun di Usia 29 Tahun
TOKYO, investortrust.id – Pada sebuah masa, Kento Momota adalah pebulutangkis paling ditakuti di dunia. Tapi, sebuah kecelakaan lalu lintas fatal mengubah peruntungan lawan tangguh Anthony Sinisuka Ginting dan Tommy Sugiarto itu.
Kento Momota baru saja mengumumkan pensiun dari bulutangkis dalam usia 29 tahun. Dia pensiun di usia yang masih muda dengan catatan karier membanggakan. Dia punya 383 kemenangan dan 115 kekalahan dalam 498 pertandingan tunggal putra.
Sepanjang karier, Kento Momota juga mengoleksi 2 BWF World Championships, 2 Asian Championships, 16 BWF World Tour, 4 BWF Superseries, 2 BWF Grand Prix, 7 BWF International Challenge, dan 1 Piala Thomas.
Pada 2019, Kento Momota mencatatkan rekor membanggakan menjadi pebulutangkis yang memenangkan gelar terbanyak dalam satu musim. Dia mendapatkan 11 trofi juara sepanjang 2019 dan hanya kalah enam kali dari 73 pertandingan dimainkan.
Baca Juga
Kalahkan Pasangan Malaysia, Fajar/Rian Pertahankan Gelar Juara All England
Namun, pada Januari 2020, semuanya berubah total. Kendaraan yang membawa Kento Momota dari hotel ke Kuala Lumpur International Airport (KLIA) mengalami kecelakaan hebat. Insiden itu terjadi hanya beberapa jam setelah dirinya berhasil menjuarai Malaysia Masters.
Dalam kecelakan itu, sang pengemudi meninggal dunia. Sementara Kento Momota cedera parah. Dia dilarikan ke rumah sakit dan membutuhkan operasi besar untuk memperbaiki rongga matanya yang retak.
Akibatnya, ketika kembali bermain setelah setahun absen, Kento Momota mengalami kesulitan. Dia mengalami penglihatan ganda. Dia gagal mendapatkan kembali performa gemilang yang membawanya ke peringkat satu dunia, meski sempat menjuarai dua turnamen setelah itu.
“Ada banyak masa sulit setelah kecelakaan lalu lintas itu. Saya berusaha kembali ke cara bermain saya. Tapi, ada kesenjangan antara perasaan dan tubuh saya. Itu terus berlanjut dan saya tahu saya tidak akan bisa kembali ke level seperti ketika saya bersaing dengan para pemain terbaik dunia,” ujar Kento Momota, dilansir Antara.
Kento Momota kini berperingkat 52 dunia dan gagal lolos Olimpiade Paris 2024. Dia menyatakan akan pensiun setelah bermain bersama Jepang pada Piala Thomas di China, akhir bulan ini. Setelah itu, dia hanya akan bermain dalam turnamen-turnamen domestik di Jepang dan bukan dalam tur dunia.
“Banyak kesulitan dan itu melelahkan saya. Tapi, saya tidak ingin menyalahkan masa-masa sulit itu sebagai penyebab kecelakaan. Saya ingin bangkit dan sikap itu serta dukungan dari orang-orang di sekitar saya setidaknya membuat saya bisa mendapatkan kepercayaan diri,” ungkap Kento Momota.
Selain hebat di lapangan bulutangkis, Kento Momota juga sempat menuai kontroversi. Dia dilarang mengikuti seleksi Olimpiade Rio de Janeiro 2016 karena berjudi di kasino ilegal. Lalu, pada Olimpiade Tokyo 2020, Kento Momota kalah pada babak pertama.
“Saya rasa saya belum sepenuhnya siap untuk itu. Tapi, saya sudah lama memimpikan bermain di Olimpiade. Saya benar-benar merasakan betapa sulitnya melakukan hal-hal yang biasa anda lakukan. Jadi, jangan pikirkan hasilnya. Berikan saja yang terbaik agar anda tidak menyesal,” pungkas Kento Momota.
Baca Juga
Bulutangkis Tetap Jadi Tumpuan Utama Medali Emas Olimpiade Paris 2024

