Sedih! Kisah Nicolas Pepe, Mantan Pemain Termahal Arsenal Kini Jadi Pengangguran
LONDON, investortrust.id – Pada sebuah masa, Nicolas Pepe menyandang status pemain termahal dalam sejarah Arsenal. Tapi, hanya dalam 5 tahun, winger asal Pantai Gading itu jadi pengangguran.
Nicolas Pepe adalah pemain kelahiran Prancis, 29 tahun lalu, yang bermain untuk tim nasional Pantai Gading di level senior. Pada 2019, dia dianggap sebagai salah satu talenta muda terbaik di Eropa ketika membela Lille.
Kemudian, Arsenal datang dengan proposal mengiurkan 79 juta Euro (Rp 1,3 triliun). Itu membuat Nicolas Pepe menjadi pemain termahal dalam sejarah The Gunners, memecahkan rekor Pierre-Emerick Aubameyang dengan 62 juta euro (Rp 1,09 triliun).
Baca Juga
Ikuti Jejak Ayah, Maximilian Ibrahimovic Teken Kontrak dengan AC Milan
Tapi, apa yang terjadi? Datang dengan banderol luar biasa, Nicolas Pepe menanggung ekspektasi besar. Harapan pendukung The Gunners dibebankan kepada pemain kelahiran Mantes-la-Jolie, 29 Mei 1995, itu. Mereka berharap gelar demi gelar bisa dipersembahkan.
Hasilnya, Nicolas Pepe hanya mampu menghasilkan 8 gol dan 10 assist dari 42 pertandingan pada musim perdana. Kemudian, tidak banyak kontribusi yang disumbangkan Nicolas Pepe pada musim-musim selanjutnya. Total, dia hanya mampu bermain 112 kali pada semua ajang dengan 27 gol dan 21 assist.
Dengan berat hati, Arsenal meminjamkan Nicolas Pepe ke Nice. Kemudian, melepas ke Trabzonspor pada musim 2023/2024 dengan gratis. Di Turkiye, dia hanya bermain 23 kali di semua ajang dengan menyumbangkan 6 gol. Akibanya, kontrak tidak dilanjutkan pada akhir musim, dan Nicolas Pepe menghadapi musim baru 2024/2025 sebagai pengangguran.
“Di Arsenal, saya mengalami trauma. Seolah-olah gairah saya dicabut. Saya sempat kehilangan rasa percaya diri saya pada sepak bola. Dengan tak bermain, saya bertanya-tanya kenapa melakukan pekerjaan ini. Saya ragu sampai di titik saya berpikir untuk menyudahi semuanya,” ujar Nicolas Pepe, dilansir Standard.
“Saya bertanya-tanya kenapa mereka (fans Arsenal) menyerang saya habis-habisannya. Orang-orang menyebut saya kegagalan terbesar dalam sejarah Liga Premier. Saya tidak pernah meminta 79 juta Euro dibelanjakan ke saya,” tambah Nicolas Pepe.
Tekanan benar-benar membuat Nicolas Pepe kehilangan gairah bermain sepak bola. “Saya heran dengan mereka (fans Arsenal). Mereka meminta saya mencetak 25 gol dalam satu musim. Padahal, saya bukan penyerang. Saya bukan pemain No.9,” pungkas Nicolas Pepe.
Baca Juga
Rumor Transfer, Media Italia Sebut Victor Osimhen Deal dengan Paris Saint-Germain

