Cegah Stunting Balita, Asuransi Astra Intervensi Gizi untuk Turunkan Angka Penderita
JAKARTA, Investortrust.id - Di Indonesia, masyarakat mulai membuka mata dan menyadari bahaya akan stunting serta mulai mengambil langkah untuk mencegahnya. Hal ini dibuktikan dengan angka prevalensi stunting yang mengalami penurunan pada tahun 2022 sebesar 21,6%, sesuai dengan data dari Kementerian Kesehatan. Data yang tercermin positif ini harapannya dapat membangkitkan dan menggencarkan beragam upaya kembali agar terus dapat melakukan pencegahan dan penurunan angka stunting.
Penanganan stunting masih menjadi perhatian besar di dunia. Bukan hanya di Indonesia. Hal ini menjadi fokus perhatian, pasalnya, dampak stunting dapat memengaruhi pertumbuhan anak dalam jangka panjang.
Asuransi Astra menyadari pentingnya pencegahan dan bahaya dari dampak akan stunting atau gangguan pertumbuhan pada anak, dengan memberikan Intervensi Gizi dan Penurunan Stunting di Kelurahan Lebak Bulus, Selasa (5/9/2023). Kegiatan ini meliputi penyuluhan kesehatan bagi kader posyandu, serta pemeriksaan kesehatan untuk balita serta Wanita Usia Subur (WUS) dan akan berlangsung selama enam bulan ke depan. Kegiatan ini juga merupakan dukungan Asuransi Astra atas arahan pemerintah dalam mencapai target prevalensi stunting 14% pada tahun 2024.
Sekaligus menyambut ulang tahun yang ke-67, Asuransi Astra kembali memberikan peace of mind yang ditujukan tak hanya bagi pelanggan namun juga masyarakat sekitar melalui Intervensi Gizi dan Penurunan Stunting.
President Director Asuransi Astra, Christopher Pangestu dan Camat Cilandak Djaharrudin meninjau pemeriksaan Kesehatan anak di unit Garda M Klinik Asuransi Astra.
Masih kerap terjadi di Indonesia, kasus anak yang mengalami stunting dianggap berbahaya karena tidak hanya memberikan dampak pada pertumbuhan fisik yang terhambat secara signifikan dibandingkan dengan anak seusianya namun juga memengaruhi perkembangan kognitif dan kemampuan belajar. Berangkat dari kondisi dan urgensi tersebut, kegiatan yang diwujudkan ini semata-mata merupakan misi dalam melindungi masa depan para generasi penerus bangsa.
Baca Juga
Kegiatan Intervensi Gizi dan Penurunan Stunting dibungkus dan meliputi aktivitas diantaranya penyuluhan kepada para kader posyandu terkait dengan pencegahan dan pengendalian stunting serta pemberian bantuan buku monitoring intervensi gizi dan suplementasi protein (abon ayam dan susu) dan suplementasi mineral (zinc) selama 6 bulan, di mana konseling selanjutnya akan dilaksanakan oleh dokter spesialis gizi klinik setiap 3 bulan.
Kegiatan tersebut berangkat dengan harapan memberikan banyak manfaat guna memberikan edukasi kepada masyarakat khususnya orang tua dan pihak-pihak terlibat namun juga menyejahterakan kesehatan masyarakat untuk Indonesia yang lebih baik.
Berupaya memberikan edukasi mengenai pencegahan dan pengendalian stunting, penyuluhan Intervensi dan Penurunan Stunting merupakan acara kolaborasi antara Asuransi Astra bersama dr. Dani Ferdian, seorang Peraih SATU Indonesia Awards 2015, Ketua Kelompok Kerja Filantropi Kesehatan FK UNPAD serta Penggagas Volunteer Doctors. Menjadi salah satu pihak yang memiliki peran penting dalam menurunkan angka stunting, kader posyandu dianggap sebagai komponen utama dalam perkembangan tumbuh kembang balita dan kesehatan Ibu. Oleh karena itu, edukasi ini dihadirkan dengan tujuan guna para kader posyandu dapat mengenali lebih jauh kembali pemahaman mengenai stunting, penyebab dan dampak yang diciptakan, serta cara untuk mencegah stunting hingga tindakan yang tepat untuk menanggulanginya.
“Pembekalan edukasi terkait stunting kepada masyarakat ini penting khususnya bagi para keluarga yang dijadikan kunci dalam mengatasi kondisi para buah hatinya. Hari ini, Asuransi Astra hadir dan mendampingi kita semua untuk bersama-sama menangani masalah nasional ini.,” kata Camat Cilandak Djaharrudin.
Tak berhenti disitu, kegiatan Intervensi Gizi dan Penurunan Stunting juga menghadirkan pemeriksaan bagi para balita dan Wanita Usia Subur (WUS). Pemeriksaan bagi para balita dilakukan dengan pemeriksaaan fisik hingga riwayat kesehatan para balita sebelumnya sehingga jika menemukan status gizi atau kesehatan yang kurang baik dapat segera ditangani dan dimonitor lebih lanjut.
Baca Juga
Cegah Stunting, BCA Beri Edukasi Kepada Pelajar di Banyuwangi
Beralih pada pemeriksaan WUS, pemeriksaan dihadirkan untuk wanita yang berusia 15-49 tahun baik yang berstatus kawin maupun yang belum kawin atau janda. Pemeriksaan dilakukan guna menghindari penyakit anemia yang kerap dialami oleh para ibu yang mengandung dan dapat membahayakan nyawa janin serta menghasilkan buah hati yang berpotensi stunting. Sehingga penting melakukan pemeriksaan agar kondisi kesehatan para ibu dapat segera ditangani. Pemeriksaan meliputi tes hemoglobin dan konsultasi dokter umum yang dilakukan di unit Garda M Klinik Asuransi Astra.
“Kami memiliki visi untuk memberikan peace of mind tak hanya kepada pelanggan namun juga masyarakat, menghadirkan kegiatan Intervensi Gizi dan Penurunan Stunting dengan satu komitmen untuk melawan stunting dan menyejahterakan masyarakat. Tentunya, kami turut senang dan bangga karena dapat berkolaborasi bersama pemerintahan setempat untuk membantu mengentaskan angka stunting melalui penyuluhan, pemeriksaan hingga program yang akan kita monitor selama 6 bulan ke depan. Harapannya kontribusi kecil kami dapat membawa kebaikan dan manfaat bagi banyak orang, khususnya dapat menurunkan angka stunting di Lebak Bulus,” Ujar President Director Asuransi Astra, Christopher Pangestu.

