Kiprah Martin Manuhutu: Mundur dari BUMN, Geluti Bisnis Dimsum
JAKARTA, investortrust.id - Martin Manuhutu tampak sibuk melayani pembeli di kios temporer yang dibuat panitia Pesona Dekade Lapangan Banteng, Jakarta Pusat. Dibantu sang istri, Sandra, pria paruh baya itu dengan cekatan memindahkan kepalan-kepalan dimsum yang terbungkus plastik di pengukus.
Martin Manuhutu mendirikan Dimsumku Kelapagading saat pandemi Covid-19 mengharu biru perekonomian nasional. Bisnis kuliner yang dibangun Martin menjadi jawaban atas kegelisahannya saat ia bertugas sebagai Kepala Cabang Perum Percetakan Negara di Ambon, Maluku.
Martin mengakhiri karier di BUMN tersebut dan memilih bisnis dimsum agar lebih dekat dengan keluarga. "Kebetulan saya ambil pensiun dini," tutur Martin yang ditemui investortrust.id saat jeda melayani pembeli, menjelang pergantian tahun, Selasa (31/12/2024).
Baca Juga
Lestarikan Budaya Nusantara, BRI Dukung Event Jelajah Kuliner Indonesia 2024
Martin membangun Dimsumku Kelapagading dari rumahnya di Kompleks AL Kodamar, Kelapa Gading, Jakarta Utara. "Dimsumku Kelapagading ini beroperasi secara online. Kalau mau buka ada di Instagram @dimsumkukelapagading," ujar dia.
Martin sengaja membuka toko secara online untuk mempermudah masyarakat yang ingin menjadi reseller. "Kalau mau jadi reseller tinggal kasih sticker (merek sendiri)," kata dia.
Para reseller merupakan karyawan sebuah perusahaan. Beberapa karyawan dan pembeli dijaringnya saat ia bekerja sebagai pengemudi taksi online.
"Kalau reseller lumayan banyak. Banyak kan teman-teman kantoran. Kayak di Jakarta Pusat ada beberapa, belum di Utara. Belum lagi di Bogor. Ada juga beberapa kafe yang kami drop," papar dia.
Setelah bisnis kuliner itu hampir empat tahun berdiri, Martin Manuhutu bersama istri dan mertua mengelola produksi dimsum secara mandiri. Dalam sepekan, mereka menghasilkan 1.000 kemasan dimsum. "Satu pack isi 20 dimsum," kata dia.
Pada malam tahun baru, banyak pengunjung yang menyerbu booth-nya. Usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang dibangun Martin ini mendapat fasilitas booth gratis dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jakarta melalui sistem kurasi.
Martin mengaku telah menghabiskan puluhan kemasan dimsum sejak buka siang hari. Pembeli yang menyambangi gerai Dimsumku Kelapagading lumayan banyak.
Baca Juga
Namuh, Martin enggan menakar berapa omzet yang dihasilkan jelang pergantian tahun. "Alhamdulillah," jawabnya, dengan penuh rasa syukur.
Memaski tahun baru 2025, Martin berharap dapat terus menambah reseller. Soalnya, beberapa karyawan yang menjadi penumpang taksi online-nya mengalami kesulitan ekonomi hingga berujung pemutusan hubungan kerja (PHK).
"Ya biasalah namanya ngobrol. Kadang mereka suka curhat, ngeluh. Saya bilang, ayo sama-sama buat ngegedein ini," ucap dia.

