Rheinmetall Jadi Sponsor Borussia Dortmund. Apa Saja Produknya di Indonesia?
Jakarta, investortrust.id – Klub sepakbola Jerman Borussia Dortmund mengikat kesepakatan 9 juta Euro (Rp 150 miliar) per tahun dengan produsen senjata dan peralatan militer papan atas Rheinmetall. Kontrak antara Borussia Dortmund dan Rheinmetall akan berlangsung selama 3 tahun.
Meski logo Rheinmetall hanya akan terlihat pada papan iklan di lokasi penting klub seperti Westfalenstadion, tempat latihan di Brackel, dan acara-acara resmi lainnya dan tidak akan ditampilkan pada perlengkapan atau peralatan latihan pemain, namun tetap saja kerjasama itu mendapat banyak penolakan. Pada rapat umum tahunan bulan lalu, 556 dari 855 anggota yang hadir memberikan suara kontra dalam pemungutan suara yang tidak mengikat. Ada 247 suara yang mendukung, dengan 52 abstain.
Produsen senjata berpusat di Duesseldorf ini dinilai terlibat dalam banyak konflik di dunia seperti menjadi pemasok senjata untuk Ukraina dalam perang melawan Rusia, berperan sebagai penyedia senjata bagi Israel dalam perang lawan Hamas dan Hezbollah dan sederet medan perang seperti Yaman, Suriah, Irak, hingga Afghanistan. Tidak dipungkiri Rheinmetall adalah produsen peralatan militer terbesar kelima di Eropa yang menghasilkan banyak senjata untuk banyak militer di seluruh dunia, termasuk TNI.
Nah, apa saja produk Rheinmetall yang memperkuat arsenal persenjataan TNI? Mari kita simak senjata-senjata yang berikut ini.
Twin Gun Rheinmetall Rh202 20mm
Kanon kembar pertahanan sistem senjata artileri pertahanan udara (arhanud) jarak pendek milik TNI AD ini menjadi andalan untuk menghalau pesawat atau drone musuh yang terbang rendah mendekati unit TNI. Kanon kembar ini didatangkan oleh TNI pada tahun 90-an dan tergolong tua, namun untuk jarak pendek, kanon ini masih mumpuni.
Tapi jangan salah, TNI masih mengandalkan kanon ini dengan membeli versi yang lebih muda yang ditempatkan pada geladak kapal frigat, korvet, seluruh SIGMA class, Fast Patrol Boat 57 (FPB) dan LST (landing ship tank) milik TNI AL.
Meriam Tank Leopard 2A4 TNI AD
Tank tempur utama TNI AD yang sempat menjadi polemik pada debat Pilpres tahun 2014 terdiri dari dua jenis, yaitu Leopard 2A4 dan Leopard 2RI Revolution. Kedua Tank Leopard ini memiliki perbedaan pada meriam utama. Meski sama-sama berkaliber 120mm, namun pada versi Leopard 2RI telah dilengkapi dengan turet berpenggerak elektrik, daya tambahan dan kamera belakang, dan meriam smoothbore 120mm Leopard 2RI telah mampu menembakkan peluru serbaguna DM11 produksi Rheinmetall.
Rh-120mm adalah meriam tank smoothbore yang diproduksi sejak tahun 1974 dan telah mengalami banyak perkembangan dan inovasi oleh perusahaan Rheinmetall Waffe Munition GmbH. Rh-120mm dikembangkan sebagai respons terhadap kemajuan teknologi lapis baja Soviet dan pengembangan ancaman lapis baja baru. Kini Rh-120mm selain digunakan pada Leopard 2 Jerman juga akan digunakan oleh M1A1 Abrams Amerika, MBT Type 90 Jepang dan K1A1 Panther Korea Selatan.
Meriam Kendaraan Infantri IFV Marder
Senjata utama kendaraan infantri yang digunakan TNI AD ini juga merupakan turunan dari Twin Gun Rheinmetall Rh202 20mm versi laras tunggal.
Rheinmetall Mk 20 Rh-202 (singkatan dari Maschinenkanone 20 mm Rheinmetall) versi laras tunggal mampu menembakkan amunisi 20x139mm Standar NATO yang digunakan secara luas pada berbagai kendaraan militer Jerman, juga digunakan oleh Argentina pada Perang Falklands.
Sistem Pertahanan Udara Skyshield
Meriam ini adalah meriam pertahanan udara jenis CIWS (Close-in Weapon System) yang mampu menyemburkan 1000 proyektil peluru dalam waktu satu menit, berfungsi sebagai penangkal ancaman yang datang dari udara seperti pesawat terbang maupun rudal dengan jangkauan 4000m dan pertama kali diakuisisi Kemhan RI untuk Paskhas TNI AU pada tahun 2014. Pada tahun 2020 Kemhan RI menambah lagi Sistem Pertahanan Udara ini dengan jumlah yang dirahasiakan.
Meriam PSU (Pertahanan Serangan Udara) TNI AU ini awalnya dikembangkan oleh perusahaan Swiss Oerlikon Contraves yang kemudian diakuisisi menjadi anak usaha Rheinmetall GmbH Jerman. Skyshield dapat diintegrasikan dengan peluru kendali jarak pendek jenis Skyguard-Sparrow dan AIM-7F Sparrow untuk memperluas jarak pertahanan.

