Makin Banyak Generasi Muda Pilih Child Free, karena Faktor Ekonomi?
JAKARTA, investortrust.id - Belakangan ini, makin banyak generasi muda yang memilih untuk child free. Fenomena child free menjadi tantangan dalam menjaga stabilitas angka kelahiran di Indonesia.
Child free adalah kondisi ketika seseorang atau pasangan memutuskan untuk tidak memiliki keturunan.
"Fenomena ini menambah tantangan bagi kita dalam upaya menjaga stabilitas angka kelahiran. Remaja dan wanita muda saat ini cenderung menunda atau bahkan memutuskan untuk tidak memiliki anak, berbeda dengan generasi sebelumnya," ungkap Kepala Perwakilan United Nations Population Fund (UNFPA) di Indonesia, Hassan Mohtashami dalam kunjungannya ke kantor Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Jakarta, Kamis (24/10/2024).
Baca Juga
Hassan menjelaskan fenomena ini tidak hanya terkait dengan preferensi individu, tetapi juga dipengaruhi oleh berbagai faktor sosial dan ekonomi. Dikatakan, kondisi ekonomi yang menantang, meningkatnya biaya hidup, serta perubahan gaya hidup menjadi sejumlah faktor utama yang menyebabkan banyak pasangan muda memutuskan untuk child free.
Meski demikian, Hassan juga melihat adanya potensi positif dari tren ini. Menurutnya, terdapat kesempatan untuk meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat.
"Meski angka kelahiran menurun, ada kesempatan untuk meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat melalui kebijakan yang mendukung keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan keluarga," terangnya.
Kunjungan UNPFA ke kantor Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga ini menjadi kesempatan untuk memperkuat kolaborasi yang telah lama terjalin antara UNFPA dan BKKBN, terutama dalam isu kependudukan dan kesehatan reproduksi.
Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga, Wihaji berterima kasih atas dukungan berkelanjutan dari UNFPA.
"Kolaborasi kami dengan UNFPA sangat penting dalam menghadapi tantangan kependudukan di Indonesia. Dukungan yang diberikan UNFPA, baik dalam bentuk dana, riset, maupun program, sangat membantu kami dalam merumuskan kebijakan yang tepat," terang Wihaji.
Baca Juga
Melalui diskusi yang membahas isu-isu krusial seperti penurunan angka kelahiran, bonus demografi, hingga fenomena child free, pertemuan ini menjadi momentum untuk memperkuat strategi dalam pembangunan keluarga dan kesehatan reproduksi di Indonesia.
Dalam hal kependudukan dan keluarga berencana, UNFPA telah menjadi mitra penting bagi BKKBN sejak 1972. Kolaborasi ini telah menghasilkan berbagai program sukses yang mendukung pengendalian jumlah penduduk dan peningkatan kualitas sumber daya manusia di Indonesia. Salah satunya adalah program penurunan angka stunting, yang telah menjadi fokus utama BKKBN dalam beberapa tahun terakhir.

