Profil Thomas Zilliacus, Pengusaha Finlandia yang Ajak Sheikh Jassim Beli Inter Milan
JAKARTA, investortrust.id – Pengusaha papan atas Finlandia Thomas Zilliacus mengungkapkan keseriusannya mengakuisisi saham Inter Milan. Bahkan, dia mengajak Sheikh Jassim untuk bekerja sama.
Kisah Thomas Zilliacus dimulai dari gonjang-ganjing saham Manchester United. Baik Thomas Zilliacus maupun Sheikh Jassim sama-sama berminat membeli saham milik keluarga Glazer. Tapi, seiring mundurnya Sheikh Jassim dari proses pembelian klub, konstelasi berubah. Thomas Zilliacus tertarik menggandeng Shaikh Jassim menguasai I Nerazzurri.
“Tidak. Hanya untuk dua klub ini saja (Inter Milan dan Manchester United). Bagi saya, sungguh penting menemukan klub dengan basis fans global yang besar. Saya tahu, saya bisa menciptakan keuntungan besar buat dua klub ini dengan memulai bersama fans, memberi mereka layanan yang mereka inginkan,” kata Thomas Zilliacus, dilansir The Sun.
“Saya sudah dikontak beberapa klub. Tapi, respons saya jelas, saya hanya ingin klub yang punya basis fans besar,” tambah Thomas Zilliacus.
“Inter Milan memiliki manajemen yang luar biasa, mulai dari Beppe Marotta, hingga ke seluruh tim, sungguh bagus. Menurut saya, seorang owner harus memberi dukungan ke manajemen. Simone Inzaghi juga sangat bagus dengan pekerjaannya. Lalu, membangun tim yang juga Anda perlukan untuk sesuatu yang lain,” ungkap Thomas Zilliacus.
Baca Juga
Kabar Gembira untuk Inter Milan, Lautaro Martinez Ingin Perpanjang Kontrak
Thomas Zilliacus lahir di Helsinki pada 1956. Kakek buyutnya adalah senator Henrik Wilhelm Johan Zilliacus, yang pada 1866 terpilih sebagai Walikota Helsinki. Sedangkan kakek buyutnya adalah Konni Zilliacus, pendiri Partai Perlawanan Aktivis Finlandia yang berusaha membebaskan Finlandia dari Rusia. Kakeknya, Per Zilliacus, menjabat sebagai kepala Akademi Militer Finlandia dan Komandan Garda Sipil Finlandia.
Thomas Zilliacus bersekolah di Zilliacuska skolan. Itu sekolah swasta berbahasa Swedia yang didirikan oleh paman kakeknya Laurin Zilliacus. Setelah lulus, pada tahun 1972, Thomas Zilliacus mendaftar di Universitas Helsinki. Di sana, dia menjadi pemimpin redaksi surat kabar mahasiswa nasional Studentbladet dan tiga kali terpilih sebagai ketua Perkumpulan Mahasiswa, serta di Hanken School of Economics.
Sebagai pemain sepak bola muda yang menjanjikan, dia mengambil cuti dari studinya selama satu periode untuk menghabiskan satu musim di Akademi Fluminense, Rio de Janeiro.
Pernah jadi CEO Nokia di Asia Tenggara, Thomas Zilliacus mendirikan perusahaan investasi Mobile FutureWorks Group (MFW). Dia juga sempat menjadi CEO OpenMobile dan co-founded Mobile Entertainment Forum serta co-founded YuuZoo Corporation. Ada pula Sandbox, Newkia, Ignisdraco, XXI Century Capital, hingga mendirikan novaM Group (Nordic Values Media).
Keterlibatan Thomas Zilliacus terhadap sepakbola sudah dimulai sejak 1982. Hingga 1986, dia menjadi Ketua HJK Helsinki. Setelah pindah ke Singapura, dia menjadi Manajer Umum Geylang International (1989-1995). Dan, pada Maret 2023, dia mengajukan tawaran untuk membeli klub Liga Premier Manchester United melalui perusahaan investasinya XXI Century Capital senilai lebih dari US$4 miliar (Rp 62,8 triliun).
Baca Juga
Efek Kedatangkan Sir Jim Ratcliffe di Manchester United, Renovasi Old Trafford Lancar Jaya

