Gandhi Jayanti 2024, Duta Besar India untuk Indonesia Sandeep Chakravorty: Mahatma Gandhi adalah Rasul Perdamaian
JAKARTA, investortrust.id - Gandhi Jayanti diperingati setiap tanggal 2 Oktober untuk memperingati hari lahir Mohandas Karamchand Gandhi yang juga dikenal sebagai Mahatma, Bapu atau Bapak Bangsa.
Diketahui, Gandhi Jayanti adalah hari raya nasional yang dirayakan di India untuk menandakan peristiwa ulang tahunnya Mahatma Gandhi. Adapun pada tahun 2024 atau tepatnya pada Rabu (2/10/2024) hari ini merupakan hari peringatan kelahiran Mahatma Gandhi yang ke-155.
Gandhi Jayanti menghormati kontribusi Mahatma Gandhi pada gerakan kemerdekaan India dan prinsip-prinsipnya yang abadi dalam hal anti-kekerasan dan kebenaran.
Lahir pada tahun 1869, Mahatma Gandhi mendedikasikan hidupnya untuk memperjuangkan kebebasan India dan memperjuangkan kebenaran dan antikekerasan. Mahatma Gandhi adalah seorang ahli etika politik, nasionalis, dan pengacara.
Mahatma Gandhi memulai gerakan Satyagraha dan Ahimsa saat India berada di bawah kekuasaan kolonial Inggris. Pendekatannya yang tanpa kekerasan dan kemampuannya untuk memenangkan hati orang dengan cinta dan toleransi berdampak besar pada gerakan hak-hak sipil di India.
Sehubungan dengan hal tersebut, Duta Besar India untuk Indonesia Sandeep Chakravorty mengungkapkan, meskipun Mahatma Gandhi adalah orang India, ia tidak hanya mewakili India, lahir di India, tetapi dunia.
"Bagi banyak orang, Gandhiji adalah seorang pemimpin massa, pemimpin politik, dan pejuang hak-hak kaum tertindas. Bagi yang lain, ia mewakili sebuah cara hidup, sebuah metode toleransi, harmoni, dan kesederhanaan," ujar Sandeep Chakravorty dalam acara Celebrating 155th Birth Anniversary of Mahatma Gandhi di Gandhi Memorial Intercontinental School (GMIS), Jakarta, Selasa (2/10/2024).
Sandeep Chakravorty menjelaskan, Mahatma Gandhi adalah seorang rasul perdamaian, yang menawarkan sebuah visi untuk berdamai dengan diri sendiri dan dunia.
Menurut Sandeep Chakravorty, filosofi Mahatma Gandhi adalah tentang menghentikan kekerasan dalam segala bentuk, baik dalam diri sendiri, dalam pikiran, interaksi, kata-kata, bahasa, tulisan, perbuatan, dan tindakan seseorang.
"Saya menganggapnya sebagai pemerhati lingkungan pertama di dunia karena konsepnya tentang anti kekerasan mencakup kekerasan terhadap alam," ungkap Sandeep Chakravorty.
Lebih lanjut, Sandeep Chakravorty pun menyebut ada beberapa prinsip dari Mahatma Gandhi yang perlu diambil, yaitu kesederhanaan, keadilan, non-kekerasan, dan satyagraha.
Secara rinci, Sandeep Chakravorty mengatakan bahwa prinsip kesederhanaan menuntut ketidakegoisan, pelayanan yang rendah hati kepada orang lain, dan tidak memiliki apa-apa.
"Ia menunjuk ke arah jalan menuju masa depan yang lebih berkelanjutan. Hal ini mengungkapkan kebenaran yang mendalam tentang akar krisis kita saat ini," ucap Sandeep Chakravorty.
Prinsip selanjutnya adalah keadilan. Dalam jimat Mahatma Gandhi yang terkenal, kata Sandeep Chakravorty, kita harus bertanya pada diri sendiri bagaimana tindakan kita akan memengaruhi orang-orang termiskin dan terlemah.
"Kita tahu bahwa dampak buruk dari polusi dan kekacauan iklim menimpa orang-orang miskin dan tak berdaya secara tidak proporsional. Orang-orang kaya dan berkuasa dapat bergerak karena hal itu didasarkan pada dominasi dan paksaan. Di sisi lain, perdamaian berakar pada kerja sama dan kebebasan. Perdamaian dan antikekerasan tidak dapat dipisahkan. Kehidupan itu sakral, dan semua makhluk hidup saling terkait," jelas Sandeep Chakravorty.
Kemudian, prinsip Satyagraha menyerukan tindakan tanpa kekerasan atau perlawanan warga untuk menegakkan kebenaran.
"Gandhiji menggambarkannya sebagai keteguhan dalam tujuan yang baik," ucap Sandeep Chakravorty.
Sebagai tambahan informasi, Gandhi Jayanti dirayakan di seluruh negeri, dari sekolah dan perguruan tinggi hingga kantor pemerintah dan non pemerintah. Hari itu biasanya dimulai dengan menyanyikan himne favorit Gandhi, 'Raghupati Raghava.' Upacara peringatan diselenggarakan, di mana orang-orang merenungkan ajaran Mahatma. Kegiatan budaya, lagu-lagu patriotik, tarian, dan pidato tentang ajaran Mahatma Gandhi juga umum dilakukan selama perayaan.

