Apresiasi Atlet Peraih Medali Olimpiade Paris 2024, BUMN Gelontorkan Bonus Rp 6,4 Miliar
JAKARTA, investortrust.id – Badan Usaha Milik Negara (BUMN) memberikan apresiasi berupa bonus kepada para atlet peraih medali Olimpiade Paris 2024. Tidak tanggung-tanggung, total bonus yang dikucurkan senilai Rp 6,4 miliar.
Peraih medali perunggu dari cabang olahraga (cabor) bulu tangkis nomor tunggal putri, Gregoria Mariska Tunjung, mendapat bonus Rp 1 miliar. Adapun, untuk tim pelatihnya diberi apresiasi Rp 100 juta.
Sementara itu, untuk peraih medali emas dari cabor angkat besi dan cabor panjat tebing, yakni Rizki Juniansyah dan Veddriq Leonardo, masing-masing mendapat bonus Rp 2,5 miliar. Sedangkan untuk tim pelatih mereka masing-masing diberi aprsesiasi Rp 150 juta.
“Saya tekankan usia atlet itu tidak panjang, belum lagi rentan cedera. Jadi penting sekali kalian benar-benar menabung. Jangan terjebak dengan glamor-glamor yang ada. Saya berharap dari prestasi kalian yang sudah diapresiasi oleh pemerintah, juga bisa untuk kalian menjaga masa depan kalian,” ujar Menteri BUMN, Erick Thohir, dalam acara Apresiasi Atlet Olimpiade 2024 oleh Kementerian BUMN, Senin (2/9/2024).
Baca Juga
Anindya Bakrie Tantang Kontingen Indonesia Tembus Top 20 Olimpiade Los Angeles 2028
Erick Thohir menjelaskan, hadirnya BUMN dalam mendukung prestasi olahraga nasional sejatinya tidak lepas dari arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Erick menceritakan, ini bermula saat Rapat Terbatas (Ratas) tanggal 21 Maret 2021.
“Saat Covid-19 waktu itu, ketika olahraga Indonesia sedang lesu-lesunya, banyak sekali event olahraga berhenti pada saat itu. Bapak Presiden memerintahkan BUMN harus bantu, karena olahraga ini adalah bagian membangun masa depan bangsa kita,” beber Erick Thohir.
Lebih lanjut Erick menerangkan, melalui olahraga akan timbul rasa mengabdi kepada bangsa dan negara. Olahraga juga dipandang sebagai alat pemersatu bangsa, bukan pemecah belah. Belum lagi olahraga bisa mengibarkan bendera Merah Putih di banyak negara dan mengharumkan nama bangsa.
“Karena itu Pak Menteri waktu itu (Zainuddin Amali) berlanjut ke Pak Dito (Ariotedjo), bagaimana mereka membangun desain besar olahraga nasional (DBON). Dan memang salah satu kelemahan kita, kita selalu tidak punya road map. Nah inilah salah satu kenapa Bapak Presiden waktu itu meminta kita punya fokus. Salah satunya bagaimana kita bisa fokus di event-event besar seperti Olimpiade,” ungkapnya.
Baca Juga

