Investasi Masa Depan, Kylian Mbappe Beli Saham Klub Masa Kecilnya Caen Senilai Rp 263 Miliar
PARIS, investortrust.id – Kylian Mbappe mempersiapkan masa depannya dengan serius. Megabintang Real Madrid memutuskan menginvestasikan 15 juta Euro (Rp 263 miliar) dengan membeli klub masa kecilnya Caen.
Stade Malherbe Caen adalah klub profesional Prancis yang kini berkompetisi di Ligue 2. Klub ini didirikan pada 1913 dan pernah finish di posisi kelima Ligue 1 1991/1992 serta mencapai final Coupe de La Ligue 2004/2005. Tapi, sejak 2019, mereka ada di Ligue 2.
Caen adalah klub yang cukup berjasa pada awal karier Kylian Mbappe. Pada usia 13 tahun, Caen memantau Kylian Mbappe saat menimba ilmu di Clairefontaine. Caen membujuk Kylian Mbappe untuk bergabung. Dia sempat bermain sejenak di klub itu sebelum akhirnya pindah karena Caen tidak punya uang akibat degradasi.
Kini, setelah bergelimang uang, Kylian Mbappe memutuskan membalas jasa Caen. Kapten Prancis itu mengakuisisi 80% saham Caen melalui Coalition Capital selaku entitas investasi dari Interconnected Ventures. Perusahaan milik Kylian Mbappe itu akan menggantikan pemilik saham mayoritas sebelumnya Oaktree Capital dari Amerika Serikat.
Baca Juga
Juara Piala AFF U-19 2024, Timnas U-19 Indonesia Digelontor Bank Mandiri Rp 1 Miliar
Pihak Interconnected Ventures maupun Kylian Mbappe secara personal belum mengumumkan detail pembelian saham dan jumlah biaya akuisisi yang digelontorkan untuk mengambilalih Caen. Tapi, sejumlah media menyebut 15 juta euro (Rp 263 miliar).
“Transaksi ini menandai langkah signifikan dalam pengembangan strategis klub dan memperkuat ambisi untuk tetap menjadi salah satu klub paling sukses di sepak bola Prancis,” bunyi pernyataan resmi Caen di situsnya.
“Akuisisi ini akan memberi Caen sumber daya strategis dan tambahan untuk memperkuat kebijakan olahraga, memodernisasi infrastruktur, dan mengembangkan proyek-proyek inovatif,” lanjut pernyataan Caen.
CEO Interconnected Ventures, yang juga teman dekat Kylian Mbappe, Ziad Hammoud, akan mengambil alih manajemen Caen. “Kami bertekad menciptakan lingkungan yang menjadi tempat bertumbuhnya bakat-bakat pemain muda dan klub harus dapat mempertahankan identitasnya,” ujar Ziad Hammoud.
Baca Juga
Penjelasan Mengapa Pemain Timnas U-17 Indonesia Matthew Baker Dipanggil Australia

