Apapun yang Terjadi, Kiper FC Dallas Maarten Paes Bertekad Bela Timnas Indonesia
DALLAS, investortrust.id – Kiper FC Dallas Maarten Paes menegaskan tekadnya membela Timnas Indonesia apapun yang terjadi. Bagi dia, bermain untuk Merah-Putih adalah penghormatan besar untuk mendiang nenek tercinta.
Maarten Paes telah resmi memiliki paspor Garuda sejak 30 April 2024. Tapi, dia belum bisa diturunkan membela tim asuhan Shin Tae-yong karena surat perpindahan asosiasi belum disetujui FIFA.
Yang membuat Maarten Paes terhambat adalah Statuta FIFA Pasal 9 Huruf B Ayat 3 tentang Perpindahan Asosiasi. “Ketika diturunkan dalam pertandingan resmi terakhirnya dalam kompetisi apa pun untuk asosiasinya saat ini, dia belum menginjak usia 21 tahun,” bunyi pasal tersebut.
Masalahnya, Maarten Paes pernah enam kali bermain untuk Timnas U-21 Belanda. Bahkan, penampilan terakhirnya terjadi dalam usia 22 tahun ketika melawan Belarusia dalam Kualifikasi Euro U-21 2021 pada 15 November 2020.
Baca Juga
Kisah Logo Baru Klub Belanda Feyenoord yang Bikin Bingung Suporter
PSSI membawa sengketa penjaga gawang kelahiran Nijmegen, 14 Mei 1998, itu ke Pengadilan Arbritasi Olahraga (CAS) di Lausanne, Swiss. Masalahnya, proses di CAS butuh waktu lama dan berbelit yang dikhawatirkan tidak cukup membuat Maarten Paes bermain di Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia putaran ketiga.
Dalam wawancara dengan situs resmi MLS baru-baru ini, Maarten Paes mengaku kagum dengan dukungan suporter Indonesia kepadanya. Bahkan, jauh sebelum menjadi WNI. “Tidak ada yang terjadi tanpa alasan. Saya benar-benar merasa harus melakukan ini (membela Indonesia) untuknya (nenek),” ujar Maarten Paes.
“Mereka (Indonesia) meminta saya selama tiga tahun dan tahun ini terasa seperti saat yang tepat. Waktu yang tepat. Beberapa bulan terakhir yang saya habiskan bersama nenek saya adalah tentang proyek ini. Saya dapat menunjukkan kepadanya beberapa cerita ketika saya berada di sana (Indonesia),” ungkap Maarten Paes.
Nenek Maarten Paes adalah “Orang Indo” yang lahir di Kediri, Jawa Timur. Orang Indo adalah sebutan untuk orang-orang Belanda yang lahir dan besar di Hindia Belanda (Indonesia). Mereka kembali ke Belanda pada 1950-an karena kebijakan politik Presiden Soekarno terkait Irian Barat.
“Jadi, ya itu luar biasa dan kemudian satu bulan kemudian, dia meninggal dunia. Jadi, itu seperti momen yang sempurna,” pungkas Maarten Paes.
Baca Juga
Masih Ingat Danny Drinkwater? Mantan Juara Liga Premier Kini Kerja di Proyek Bangunan

