Skandal Spionase di Olimpiade Paris 2024, Staf Pelatih Kanada Dipulangkan
SAINT-ETIENNE, investortrust.id – Skandal spionase menguncang Olimoiade Paris 2024. Akibat memata-matai lawan, dua staf pelatih tim sepak bola putri Kanada, Jasmine Mander dan Joey Lombadi, dipulangkan ke kampung halaman.
Olimpiade Paris 2024 baru akan dibuka pada Jumat (26/7/2024). Tapi, sejumlah insiden memalukan terjadi di sepak bola. Selain pertandingan aneh Argentina vs Maroko, hal janggal juga terjadi di sepak bola putri.
Insiden spionase ini terjadi di Stade Geoffroy-Guichard, Saint-Etienne, saat Selandia Baru menjalani sesi latihan resmi. Dua staf kepelatihan Kanada dengan jabatan asisten pelatih dan analis pertandingan menerbangkan drone di atas stadion.
Baca Juga
Apa yang Terjadi? Pertandingan Aneh Argentina vs Maroko di Olimpiade Paris 2024
Aksi konyol itu tertangkap petugas keamanan. Mereka segera melumpuhkan drone tersebut dan menangkap pelakunya. Tidak tanggung-tanggung, Jasmine Mander dan Joey Lombadi langsung dibawa ke pengadilan dengan tuduhan mata-mata.
Dalam persidangan di Pengadilan Saint-Etienne, Rabu (24/7/2024) waktu setempat, Joey Lombardi mengaku salah. Dia dijatuhi hukuman percobaan delapan bulan penjara karena menerbangkan drone secara sembarangan melanggar hukum Prancis.
Uniknya, Pelatih Kanada Beverly Priestman mengaku tidak pernah memerintahkan Jasmine Mander dan Joey Lombadi untuk memata-matai latihan Selandia Baru. Dia mengatakan dua orang itu sudah dicoret dari daftar staf kepelatihan sehingga tidak akan hadir pada pertandingan melawan Selandia Baru, Jumat (26/7/2024) dini hari WIB.
“Atas nama seluruh tim kami, saya ingin meminta maaf kepada para pemain dan staf Selandia Baru dan kepada para pemain di Kanada. Ini tidak sejalan dengan nilai-nilai yang diperjuangkan tim kami,” ujar Beverly Priestman, dilansir Agence France-Press.
Baca Juga
Muncul Isu Demo Tolak Israel di Olimpiade Paris 2024, Aparat Prancis Tingkatkan Keamanan

