Perhatian! Ini Pentingnya Skrining untuk Deteksi Dini Penyakit
JAKARTA, investortrust.id - Kesehatan adalah hal yang paling berharga dalam hidup. Tanpa tubuh yang sehat, semua aspek kehidupan bisa terganggu. Namun, sering kali kita tidak menyadari bahwa ada potensi risiko penyakit yang mengintai tanpa gejala yang jelas. Itulah sebabnya skrining kesehatan menjadi begitu penting.
Skrining kesehatan merupakan proses pemeriksaan untuk mendeteksi penyakit atau kondisi medis pada seseorang sebelum gejalanya muncul. Tujuannya adalah untuk menemukan masalah kesehatan sedini mungkin sehingga penanganannya bisa lebih efektif dan komplikasi dapat dihindari. Dengan skrining maka dapat membuat penyakit lebih mudah diobati dan meningkatkan peluang kesembuhan.
Deteksi dini penyakit adalah kunci utama dalam menjaga kesehatan yang optimal. Dengan mengetahui kondisi kesehatan sedini mungkin, seseorang memiliki kesempatan untuk mengambil tindakan preventif atau pengobatan yang tepat sebelum masalah berkembang menjadi lebih serius.
Skrining kesehatan dapat mencakup berbagai jenis pemeriksaan tergantung pada usia, riwayat kesehatan, dan faktor risiko individu. Misalnya, skrining untuk kanker melalui mammografi atau tes pap smear, skrining untuk penyakit jantung melalui pengukuran tekanan darah atau tes kolesterol, serta skrining untuk diabetes melalui tes darah untuk mengukur kadar glukosa.
Baca Juga
Mitos atau Fakta Penderita Diabetes Boleh Makan Nasi? Ini Jawaban dari Ahli Gizi
Pada skrining kesehatan, banyak orang dengan kolesterol tinggi terdeteksi di program tersebut sehingga bisa segera ditangani.
Dr Armand Achmadsyah dari RS Abdi Waluyo mengatakan bahwa warga dengan kolesterol tinggi tak hanya yang lanjut usia saja. "Memang statistiknya sendiri tidak cuma pasien-pasien yang sudah tua, bahkan ada yang 24 tahun itu kolesterolnya sudah tinggi," katanya dikutip dari Antara, Rabu (24/7/2024).
Pada tahap pertama, dr Armand menganjurkan perubahan gaya hidup untuk menurunkan kolesterol. Setelah gaya hidup dan pola makan diubah namun angka kolesterol masih tinggi, barulah dilakukan terapi pengobatan.
"Skrining kesehatan sangat penting karena dengan kita skrining, kita jadi tahu mana kelompok berisiko dan mana yang sehat. Skrining harus dilakukan secara berkala," kata dr Armand.
Indonesia negara dengan populasi penduduk yang besar dan ragam tantangan dalam sistem kesehatannya, terus menghadapi persoalan serius terkait pembiayaan kesehatan. Data terbaru menunjukkan bahwa beban pembiayaan penyakit tidak menular yang ditanggung oleh BPJS Kesehatan telah mencapai angka yang mengkhawatirkan, sementara pengeluaran kesehatan mandiri oleh masyarakat juga jauh melebihi rekomendasi organisasi kesehatan dunia.
Baca Juga
Utamakan Kesehatan Mental Karyawan BUMN, Erick Thohir Gelar Roadshow 1000 Manusia Bercerita
Menurut data BPJS Kesehatan, pembiayaan untuk penyakit tidak menular di Indonesia meningkat signifikan dari Rp 17,9 triliun pada tahun 2021 menjadi Rp 24,1 triliun pada tahun 2022. Penyakit tidak menular seperti diabetes, hipertensi, kanker, dan penyakit jantung merupakan penyebab utama beban kesehatan yang semakin berat di negara ini. Peningkatan ini mencerminkan meningkatnya prevalensi penyakit kronis di antara penduduk Indonesia, yang memerlukan perhatian serius dalam upaya pencegahan, deteksi dini, dan manajemen penyakit.
Peningkatan beban pembiayaan penyakit tidak menular menyoroti pentingnya investasi dalam promosi kesehatan dan pencegahan penyakit di masyarakat. Program-program yang mendorong gaya hidup sehat, edukasi mengenai diet yang seimbang, olahraga teratur, serta kampanye anti merokok dan anti alkohol perlu diperkuat untuk mengurangi prevalensi penyakit kronis.
Dengan memfokuskan upaya pada pencegahan, akses yang lebih adil terhadap layanan kesehatan, dan pengembangan sistem jaminan kesehatan yang lebih baik, Indonesia dapat bergerak menuju sistem kesehatan yang lebih inklusif, efisien, dan berkelanjutan untuk kesejahteraan semua warganya.

