Waspada! BKKBN Sebut 74% Remaja Sudah Berhubungan Seksual di Usia 15-19 Tahun
JAKARTA, investortrust.id - Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Hasto Wardoyo mengingatkan semua pihak agar lebih memperhatikan perkembangan remaja Indonesia.
Mengacu pada hasil penelitian BKKBN, ditemukan indikasi, bahwa para remaja melakukan hubungan seksual yang pertama pada usia yang lebih muda.
Disebutkan, untuk remaja laki-laki 74% melakukan hubungan seksual pertama kali di usia 15-19 tahun. Sedangkan pada remaja putri 59% melakukan pada rentang usia yang sama.
“Dengan rata-rata usia kawin pertama 22 tahun, maka fenomena hubungan seksual yang tidak sehat secara moral dan fisik perlu mendapatkan perhatian serius dari para orang tua, pendidik, dan masyarakat pada umumnya,” ungkap Hasto saat memperingati Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-31 tingkat DIY, Minggu (21/7/2024).
Sementara terkait acara Harganas, tercatat lebih dari 2.000 orang dari Kalurahan Hergowilis dan dari segala penjuru DIY mengikuti kegiatan tersebut.
Baca Juga
Dalam kesempatan tersebut, Dokter Hasto juga memberikan apresiasi kepada para kader, penyuluh KB, anggota Tim Pendamping Keluarga, para bidan, dan tenaga lini lapangan lainnya.
“Bidan bukan segala-galanya, tapi tanpa bidan kami tidak ada apa-apanya. Ada mereka tanpa saya, (program) tetap jalan. Tapi tidak ada mereka (hanya) saya, program tidak akan jalan. Saya doakan keluarga-keluarga di DIY menjadi keluarga yang “tembaga” atau tentram, mandiri, dan bahagia,” ujar dokter Hasto.
Asal tahu, tembaga ini merupakan padanan istilah Indeks Pembangunan Keluarga yang merupakan ukuran keberhasilan pembangunan keluarga berdasarkan tiga dimensi yaitu indeks ketenteraman, indeks kemandirian, dan indeks kebahagiaan. Di antaraketiganya, rata-rata di setiap provinsi Indeks Kebahagiaan merupakan angka yang tertinggi. Di DIY, iBangga menempati urutan kelima di antara seluruh provinsi di Indonesia.
Dalam kesempatan yang sama, Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X dalam sambutan tertulis yang dibacakan Wakil Gubernur Paku Alam X mengajak semua pihak untuk memaknai peringatan Harganas sebagai pengingat bahwa keluarga merupakan fondasi yang kuat dalam membangun individu yang berdaya saing tinggi untuk mewujudkan masyarakat yang stabil, dan negara yang maju.
Baca Juga
Pendidikan Seks Disalahartikan, Kepala BKKBN Wanti-Wanti Berpesan Ini kepada Para Calon Pengantin
Pembangunan ketahanan keluarga merupakan investasi moril dan materiil dalam mewujudkan keluarga berkualitas, yang merupakan kunci penting dalam membangun masa depan yang lebih baik bagi Indonesia.
“Mari, sadari sepenuhnya, bahwa kita semua yang hadir di sini, tanpa terkecuali, memiliki peran dan kewajiban tidak saja di ranah profesional melainkan juga di ranah domestik, untuk bersama-sama mewujudkan kondisi (yang dicita-citakan) tadi,” ujar Gubernur sebagaimana disampaikan oleh Wakil Gubernur.

