Penalti atau Tidak? Momen Pelanggaran Denzel Dumfries kepada Harry Kane
DORTMUND, investortrust.id – Gol penyama kedudukan Inggris ada menit 18 melalui Harry Kane menuai perdebatan. Tendangan diberikan wasit Felix Zwayer setelah berkonsultasi dengan VAR
Inggris memastikan diri lolos ke final Euro 2024 setelah gol pemain pengganti Ollie Watkins pada menit 90+1 mengantarkan The Three Lions menang 2-1 atas Belanda pada semifinal di Signal Iduna Park, Dortmund, Kamis (11/7/2024) dini hari WIB.
Inggris sempat tertinggal lewat gol spektakuler Xavi Simons pada menit ketujuh. Tapi, Harry Kane membalas lewat tendangan penalti pada menit 18. Kemudian, di penghujung pertandingan, Ollie Watkins menjadi pahlawan kemenangan The Three Lions.
Baca Juga
Dramatis! Gol Pemain Pengganti Ollie Watkins di Penghujung Laga Bawa Inggris ke Final Euro 2024
Masalahnya, gol Harry Kane menuai kontroversi. Banyak komentator pertandingan internasional menyebut tidak seharusnya penalti diberikan Felix Zwayer.
Berbicara selama jeda paruh waktu, mantan bek Manchester United dan Inggris Gary Neville mengatakan di ITV bahwa penalti itu layak diperdebatkan. “Sebagai seorang bek, saya pikir itu adalah aib mutlak. Ini adalah sebuah keputusan yang sangat memalukan,” ujar Garry Neville.
Mantan striker Newcastle United dan The Three Lions Alan Shearer juga memiliki pendapat yang sama ketika menjadi komentator pertandingan di BBC Radio 5 Live. Dia merasa tidak seharusnya penalti diberikan untuk Inggris.
“Tidak ada keraguan bahwa ada kontak. Tapi, bek (Denzel Dumfries) mencoba memblokir bola (bukan kaki Harry Kane). Tindak lanjut dari Harry Kane membuat koneksi dan saya tidak berpikir itu adalah sebuah kesalahan besar untuk diserahkan,” ucap Alan Shearer.
Dalam aturan yang ditetapkan oleh Dewan Asosiasi Sepak Bola Internasional (IFAB), yang dipatuhi UEFA, bisa dijelaskan mengapa Felix Zwayer memberikan tendangan penalti. Aturannya menyatakan: “Dilakukan dengan lawan di dekatnya dan mencegah lawan memainkan bola karena takut cedera”.
Kemudian, dalam kasus kontak fisik, wasit harus mempertimbangkan dengan hati-hati kemungkinan besar pelanggaran juga telah dilakukan.
“Bermain dengan cara yang berbahaya tidak melibatkan kontak fisik antarpemain. Jika terjadi kontak fisik, tindakan tersebut menjadi pelanggaran yang diancam dengan tendangan bebas langsung atau tendangan penalti”.
Baca Juga
Pamit dari Manchester United, Donny van de Beek Lanjutkan Karier di Girona

