Timnas Indonesia Main di Surabaya, Ketua Umum PSSI Erick Thohir Ungkap Alasannya
JAKARTA, investortrust.id – Ketua Umum PSSI Erick Thohir mengungkapkan alasan Timnas Indonesia main di Surabaya pada beberapa pertandingan awal Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia putaran ketiga, September mendatang.
Timnas Indonesia menjadi satu-satunya wakil Asia Tenggara yang berhasil melaju ke putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia. Kepastian itu didapat setelah Indonesia finish di urutan kedua Grup F dengan koleksi 10 poin, menemani Irak yang lolos sebagai juara grup dengan 18 poin.
Ini juga menjadi sejarah baru bagi Indonesia karena pertama kalinya menembus putaran akhir Kualifikasi Piala Dunia Zona Asia. Dengan hasil ini, Skuad Garuda juga memastikan tiket otomatis lolos ke putaran final Piala Asia 2027.
Berdasarkan jadwal, pertandingan putaran ketiga akan dimulai pada 5 September 2024. Sayangnya, anak asuh Shin Tae-yong tidak akan bisa menggunakan Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta. Alternatifnya, PSSI bakal menggelar pertandingan di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Surabaya.
Baca Juga
Sir Jim Ratcliffe Jelaskan Alasan Mempertahankan Erik ten Hag untuk Musim Depan
Lalu, apa alasannya? Erick Thohir menyampaikan, pada tanggal yang sama, Indonesia akan kedatangan tamu penting, yakni Pemimpin Gereja Katolik Dunia, Paus Fransiskus.
“Memang nanti untuk sepak bola kita akan bermain di Surabaya. Karena memang bulan September ini kan ada tamu negara dan tokoh dunia yang kita juga harus mengapresiasi kedatangannya. Dan, saya rasa Paus datang, sesuatu yang perlu harus kita hormati,” kata Erick Thohir saat ditemui di Menara Danareksa, Jakarta, Jumat (21/6/2024).
Erick Thohir menyampaikan bahwa Timnas Indonesia baru akan menggunakan Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) lagi sebagai markas mulai Oktober 2024.
“Nanti ya Oktober, November ke GBK. Tapi tentu saya berharap kualitas rumput GBK harus dipertanggungjawabkan. Kalau kita lihat Euro (2024) tadi malam bagus, ya GBK juga haruslah,” ujar pria yang juga menjabat sebagai Menteri BUMN tersebut.
Baca Juga
Ada Urusan Rumah Sakit, Shin Tae-yong Belum Teken Kontrak Baru

