Hakan Calhanoglu Bongkar Rahasia Kesuksesan Simone Inzaghi dan Inter Milan
MILAN, investortrust.id – Hakan Calhanoglu mengungkapkan rahasia keberhasilan Simone Inzaghi mengantarkan Inter Milan meraih Scudetto musim ini ketika Serie A masih menyisakan banyak pertandingan.
I Nerazzurri telah memenangkan Scudetto pada 22 April 2024 dan mengadakan parade bus terbuka seminggu kemudian. Tapi, mereka baru mendapatkan piala dan medali di pekan terakhir, Minggu (19/5/2024).
“Ini luar biasa dan kami sangat senang. Setelah musim ini, kita perlu mengulangi diri kita sendiri dan mengambil Inter setinggi mungkin. Kita tidak boleh berhenti sekarang karena kita memiliki trofi ke-20, selalu ada lebih banyak yang bisa dimenangkan,” ujar Hakan Calhanoglu, dilansir Sky Sports Italia.
Masa depan lebih tidak pasti dari sebelumnya di Inter Milan. Itu karena pemiliknya, Suning Group, memiliki deadline pembayaran utang 395 juta Europ kepada Oaktree Capital pada awal minggu ini. Jika gagal bayar, klub akan diambil alih oleh American Investment Fund.
Baca Juga
Gerak Cepat, AC Milan Bujuk Eks Pelatih Brighton and Hove Albion Roberto de Zerbi
“Kami pemain hanya harus fokus pada lapangan dan membawa trofi ke klub penting ini. Kami berbicara dengan Presiden Steven Zhang dengan streaming langsung dan kami menunggunya segera kembali ke sini,” ungkap Hakan Calhanoglu.
Selama kampanye Scudetto Inter Milan, Hakan Calhanoglu telah menjadi gelandang yang serbaguna. Awalnya, dia adalah gelandang serang. Tapi, ketika Marcelo Brozovic cedera, Simone Inzaghi mengubahnya menjadi playmaker yang sangat efektif.
“Secara mental, tidak sulit untuk beradaptasi. Tapi, saya memang membutuhkan kepercayaan diri dan percaya pada peran itu. Rahasia Inzaghi adalah bahwa kita seperti teman. Dia adalah pelatih kami. Tapi, terbuka dengan kami dan kami berbicara sepanjang waktu. Dia selalu lebih gelisah sebelum pertandingan. Tapi, secara keseluruhan tenang dan positif,” ungkap Hakan Calhanoglu.
“Saya pikir ini adalah musim terbaik dalam karier saya. Mereka mengatakan bahwa begitu anda mencapai 29 atau 30 tahun, anda memiliki pengalaman yang berharga itu,” tutup Hakan Calhanoglu.
Baca Juga
Tak Ingin Gigit Jari, Manchester United Wajib Kalahkan Manchester City di Final Piala FA

