Punya Statistik Mentereng, Real Madrid Diunggulkan Menang di Final Liga Champions
MADRID, investortrust.id – Real Madrid diunggulkan menang di final Liga Champions musim ini karena memiliki statistik mentereng. Los Blancos adalah juara paling banyak di kompetisi antarklub paling bergengsi di Eropa itu serta paling sering berada di final.
Real Madrid berhasil mencapai partai puncak Liga Champions setelah mengalahkan Bayern Muenchen 2-1 pada leg kedua semifinal di Estadio Santiago Bernabeu, Kamis (9/5/2024) dini hari WIB. Pasukan Carlo Ancelotti unggul agregat 4-3.
Pada pertandingan puncak di Wembley, 2 Juni 2024, Real Madrid sudah ditunggu Borussia Dortmund. Klub Jerman itu sudah melaju ke final Liga Champions lebih dulu setelahmendepak Paris Saint-Germain (PSG) dengan agregat 2-0 (1-0, 1-0).
Baca Juga
Minta Maaf, Shin Tae-yong Respons Polemik Marselino Ferdinan
Dengan statistik yang mentereng di final Liga Champions, Real Madrid diunggulkan menang lawan Borussia Dortmund. Faktanya, ini menjadi final Liga Champions ke-18 Los Blancos. Jumlah tersebut adalah yang terbanyak di antara tim-tim Eropa lainnya. Mereka unggul tujuh final dari AC Milan dan Bayern Muenchen.
Hebatnya, dalam 17 final Liga Champions sebelumnya, Real Madrid hanya gagal tiga kali, yaitu 1961/1962, 1963/1964, dan 1980/1981. Selebihnya, 14 kemenangan dihasilkan pada 1955/1956, 1956/1957, 1957/1958, 1958/1959, 1959/1960, 1965/1966, 1997/1998, 1999/2000, 2001/2002, 2013/2014, 2015/2016, 2016/2017, 2017/2018, dan 2021/2022.
Real Madrid terakhir kali juara Liga Champions 2021/2022 saat mengalahkan Liverpool 1-0 di Paris. Sementara kekalahan terakhir yang dirasakan Los Blancos di final terjadi pada 1980/1981, ketika tumbang 0-1 dari Liverpool di Paris.
Sementara untuk Carlo Ancelotti, ini akan menjadi final Liga Champions keenam kalinya dalam sejarah. Itu jumlah paling banyak di antara pelatih-pelatih lainnya.
Carlo Ancelotti berhasil meraih empat trofi juara bersama Real Madrid dan AC Milan (masing-masing dua gelar) dari lima kesempatan sebelumnya. Satu-satunya kegagalan didapat kala menyaksikan I Rossoneri kalah dramatis dari Liverpool dalam peretandingan legendaris bertajuk The Miracle of Istanbul pada 2004/2005.
Baca Juga
Analisis Permainan Guinea, Shin Tae-yong Minta Timnas U-23 Indonesia Tidak Takut

