Statistik Tunjukkan Mistar Gawang Gagalkan PSG Lolos ke Final Liga Champions
PARIS, investortrust.id – Paris Saint-Germain (PSG) layak menjadi tim paling sial di Liga Champions musim ini. Bayangkan, sejumlah peluang yang didapat melawan Borussia Dortmund pada leg kedua semifinal di Parc des Princes, Rabu (6/5/2024) dini hari WIB, digagalkan mistar gawang. Akibatnya, mereka kalah 0-1 atau agregat 0-2.
PSG tampil menyerang sejak menit awal untuk mengejar ketertinggalan 0-1 dari leg pertama di kandang Borussia Dortmund. Mereka mendominasi total semua sektor lapangan.
Statistik menunjukkan, Les Parisiens membuat banyak peluang sepanjang 90 menit. Itu membuat Borussia Dortmund lebih banyak bertahan. Ada total 30 attempts yang mampu dilepaskan PSG. Tapi, hanya lima yang mengarah ke gawang. Empat di antaranya digagalkan mistar gawang Gregor Kobel.
Baca Juga
Misi Alfeandra Dewangga Bersama Timnas U-23 Indonesia Lawan Guinea
Momen sial PSG dimulai pada babak pertama ketika sepakan Warren Zeire Emery dari sudut sempit menerpa tiang. Lalu, tiga sisanya terjadi babak kedua ketika PSG dalam posisi tertinggal 0-1 seusai kebobolan gol Mats Hummels pada menit ke-50.
Lihat saja saat Nuno Mendes (61) melepaskan sepakan keras yang tidak bisa dijangkau Gregor Kobel, tapi bola membentur tiang. Ada juga peluang Kylian Mbappe (87) yang menerpa mistar setelah bola sempat mengenai ujung sarung tangan Gregor Kobel.
Terakhir, peluang Vitinha (88) yang digagalkan mistar gawang. Pada momen itu, Gregor Kobel sudah pasrah setelah sepakan jarak jauh Vitinha tidak terbaca sebelum bola menerpa mistar. Jika ditotal dengan leg pertama, ada enam peluang PSG yang digagalkan gawang.
“Jujur, saya rasa kami pantas jadi pemenang. Kami membuat 31 tembakan, membentur gawang empat kali. Dalam dua laga, ada enam peluang kami digagalkan gawang, tapi tidak bisa bikin gol,” ujar Luis Enrique, dilansir situs resmi UEFA.
“Ya, sepak bola itu memang terkadang tidak adil. Selamat untuk Dortmund. Mereka tim hebat. Saya harap mereka bisa menjadi juara Liga Champions,” pungkas Luis Enrique.
Baca Juga
Kisah Pemain Buangan Loloskan Borussia Dortmund ke Final Liga Champions

