Sejarah Black Friday, Hari Diskon Besar-besaran dari Amerika
JAKARTA, investortrust.id - Pasti sudah familiar dengan istilah Black Friday, bukan? Ini merujuk pada Jumat setelah Thanksgiving di Amerika Serikat, yang selalu jatuh pada Kamis keempat November. Tahun ini, peringatan Black Friday jatuh pada Jumat (24/11/2023), dan banyak perusahaan ritel menawarkan diskon besar-besaran. Jadi, sebenarnya apa kaitan antara Black Friday, Thanksgiving, dan penawaran diskon yang besar ini?
Black Friday adalah tradisi perbelanjaan yang awalnya berasal dari Amerika Serikat. Acara ini dianggap sebagai awal resmi dari musim belanja Natal dan menjadi salah satu hari belanja paling sibuk di Amerika Serikat.
Baca Juga
Menurut laman Dictionary, asal usul nama Black Friday sebenarnya berasal dari para polisi di Philadelphia pada 1960-an. Mereka menggunakan istilah ini untuk menggambarkan kekacauan lalu lintas dan kerumunan besar yang terjadi di hari setelah Thanksgiving karena banyaknya orang yang pergi berbelanja untuk persiapan Natal.
Kemudian, pada akhir 1980-an, pedagang dan bisnis mulai mengadaptasi istilah ini menjadi hari di mana mereka mencatat penjualan mereka dengan menggunakan tinta hitam, yang mengindikasikan bahwa mereka sudah mencapai keuntungan atau sudah "keluar dari angka merah" (red) ke angka hitam (black) pada laporan keuangannya. Istilah ini kemudian mulai diadaptasi oleh pedagang di kota tersebut sebagai "Jumat Besar." Meskipun demikian, penjualan terbesar sebagian besar toko terjadi pada hari Sabtu sebelum Natal.
Namun, istilah Black Friday sebenarnya memiliki dua makna yang berbeda. Selain merujuk pada kejadian di atas, istilah ini juga digunakan saat kepanikan finansial di AS yang disebabkan oleh spekulasi emas pada 24 September 1869. Peristiwa ini terjadi saat spekulan emas Jay Gould dan Jim Fisk mencoba menguasai pasar emas nasional, tetapi intervensi Presiden Ulysses S. Grant menghentikan rencana mereka dan memicu histeria.
Selama bertahun-tahun, Black Friday berkembang menjadi fenomena global. Banyak pusat perbelanjaan dan toko secara luas menawarkan diskon besar-besaran, menjadikan hari itu sebagai kesempatan bagi konsumen untuk mendapatkan barang dengan harga yang lebih murah menjelang musim liburan. Acara ini bahkan meluas ke negara-negara di luar Amerika Serikat, mengilhami berbagai penawaran dan promosi yang menarik di seluruh dunia, termasuk Indonesia.

