Korea Selatan Diteror Kutu Busuk, Pemerintah Siapkan Hotline Darurat
JAKARTA, investortrust.id - Beberapa bulan lalu, berita kota Paris, Prancis yang diserang serbuan kutu busuk ramai terdengar. Hama kutu busuk tersebut telah menyebar sampai ke bioskop, rumah sakit, kursi bus, dan kereta di Paris, hingga membuat warga sangat khawatir. Kini Korea Selatan turut terkena wabah ini.
Kepanikan ini bermula pada pertengahan September di Universitas Keimyung di Daegu, Korea Selatan, menyusul ditemukannya kutu busuk di asrama mahasiswa, yang memicu evakuasi dan prosedur desinfeksi ekstensif.
Seorang siswa yang juga tinggal di asrama universitas itu melaporkan digigit kutu busuk. Dia mengaku menderita gejala parah yang memerlukan perawatan medis, antara lain demam tinggi dan gatal-gatal.
Keluhan ini dibagikan di papan buletin online anonim untuk pelajar, disertai dengan foto yang tampaknya menunjukkan kasur yang dipenuhi kutu busuk.
Kini, giliran pihak berwenang di Seoul yang bergulat dalam membendung penyebaran kutu busuk. Laporan terbaru menunjukkan bahwa total 17 kasus serangan kutu busuk telah diidentifikasi di tujuh distrik di Seoul pada hari Minggu (5/11) lalu.
Untuk mengatasi masalah ini, pemerintah kota Seoul telah mengalokasikan 500 juta won atau sekitar Rp5,98 miliar (asumsi kurs Rp11.96/won) untuk mencegah peningkatan serangan kutu busuk, dengan fokus khusus pada lokasi yang rentan terhadap masalah kebersihan.
Sebagai bagian dari upaya ini, pemerintah kota berencana untuk mendistribusikan daftar periksa yang komprehensif kepada penduduk untuk membantu mereka mengidentifikasi potensi serangan di sekitar mereka.
Salah satu insiden baru-baru ini terjadi, ketika pejabat kesehatan menemukan kutu busuk di goshiwon, sebuah akomodasi hemat tipe studio kecil di daerah Jung-gu, pusat kota Seoul. Kutu busuk ditemukan memenuhi kasur dan kertas dinding di dalam lokasi goshiwon.
Menanggapi situasi ini, penduduk di Seoul telah mencari bantuan dari pusat kesehatan masyarakat untuk memastikan bahaya gigitan serangga tersebut dan menentukan tindakan yang tepat untuk mengatasi masalah ini secara efektif.
Selain itu, Pemerintah Metropolitan Seoul juga meluncurkan program pencegahan serangga secara ekstensif pada hari Jumat lalu (3/11), dengan tujuan mewujudkan "kota tanpa kutu busuk".
Melalui inisiatif ini, masyarakat dapat melaporkan setiap kejadian kutu busuk ke pusat kesehatan masyarakat setempat atau menghubungi hotline nomor 120 untuk mendapatkan bantuan dengan segera.
Selain itu, pemerintah kota telah merencanakan inspeksi komprehensif terhadap 3.175 fasilitas umum yang rentan terhadap serangan kutu busuk, termasuk hotel, fasilitas akomodasi, dan pemandian umum, untuk mengevaluasi pemeliharaan tempat tidur dan memastikan kondisi sanitasi.
Kutu busuk dulunya merupakan masalah umum di Korea Selatan, namun sebagian besar telah diberantas pada 1980an dengan penggunaan DDT secara ekstensif. Negara ini sempat juga mengalami kebangkitan hama ini pada awal 2000an, dan peningkatan perjalanan internasional diduga menjadi faktor utamanya.

