Pegadaian Datang, Market Value Liga 2 Indonesia Tembus Rp 538 Miliar
JAKARTA, investortrust.id - Masuknya Pegadaian sebagai sponsor utama membuat market value Liga 2 Indonesia 2023/2024 menembus 32,8 juta euro (Rp 538 miliar). Jumlah yang cukup bagus jika dibandingkan musim lalu yang tanpa sponsor.
PT Pegadaian secara resmi telah menjadi sponsor kompetisi kasta kedua Indonesia pada 2023/2024. Ini seperti oase di gurun tandus yang menyejukkan. Pasalnya, selama bermusim-musim, Liga 2 Indonesia sepi peminat. Terakhir kali ajang level kedua ini punya sponsor utama pada 2010/2011.
"Suatu kebanggaan, Pegadaian dapat ikut serta dalam perhelatan olahraga (sepakbola) Liga 2 2023/2024. Kami yakin Pegadaian Liga 2 tidak akan kalah seru dengan Liga 1," ujar Direktur Utama PT Pegadaian, Damar Latri Setiawan, saat launcing Liga 2 di Pegadaian Tower Jakarta, Selasa (05/09/2023).
"Dengan adanya 280 pertandingan, kami juga optimistis perhelatan ini dapat membantu menggerakkan ekonomi daerah karena memberi manfaat dan peluang usaha bagi para pelaku UMKM di sekitar venue pertandingan," lanjut Damar Latri Setiawan.
Baca Juga
Super Tangguh! Fakta Calon Lawan Timnas di Piala Dunia U-17 2023
Harapan PT Pegadaian tampaknya tidak sulit terwujud. Pasalnya, Liga 2 memiliki jumlah peserta yang lebih banyak dari Liga 1. Diikuti 28 klub, kompetisi ini melibatkan tim dari Aceh di barat hingga Papua di timur Indonesia.
Data yang diungkap dari situs jual-beli pemain sepakbola top Eropa, Transfermarkt, menunjukkan market value (harga pasar) Liga 2 musim ini mengalami kenaikan dibanding musim-musim sebelumnya. Jumlahnya, 32,8 juta euro (Rp 538 miliar).
Angka tersebut didapat dari 846 pemain dari 28 klub dengan 51 di antaranya legiun import. Keberadaan pemain-pemain asing berdampak cukup siginifikan pada kenaikan harga pasar Liga 2 musim ini.
Sebagai perbandingan, musim lalu ketika liga dihentikan akibat tragedi di Stadion Kanjuruhan, market value yang dicatat Transfermarkt mencapai 29,57 juta euro (Rp 485,9 miliar). Angka tersebut didapat dari 858 pemain atau 12 orang lebih banyak dari pesepakbola Liga 2 musim ini.
Baca Juga
Harga pasar musim ini dan musim lalu juga masih lebih baik dari Liga 2 2021, yaitu 19,48 juta euro (Rp 320 miliar). Itu adalah Liga 2 edisi Covid-19.
Jika dirinci lebih lanjut, Malut United menjadi klub Liga 2 musim ini yang memiliki harga pasar paling besar. Klub yang dulu bernama Putra Delta Sidoarjo, mempunyai total harga pasar 2,13 juta euro (Rp 34,9 miliar). Kemudian, Kalteng Putra di posisi kedua dengan 2,1 juta euro (Rp 34,5 miliar).
Berturut-turut di posisi ketiga sampai kelima ditempati FC Bekasi City dengan 1,84 juta euro (Rp 30,2 miliar) dan Persipura Jayapura dengan 1,78 juta euro (Rp 29,2 miliar). Terakhir, Gresik United dengan 1,71 juta euro (Rp 28 miliar).
"Kami sangat mengapresiasi dan berterima kasih kepada Pegadaian yang telah berkomitmen untuk mendukung dan menjadi sponsor utama Liga 2 musim ini. Tanpa Pegadaian Liga 2 tidak akan bisa berjalan," ungkap Wakil Ketua Umum PSSI Zainudin Amali.
Baca Juga
Beri Kado Istimewa di Haornas, Timnas U-23 Cukur China Taipei 9-0

