Hadir di Forum Perempuan PBB, Prita Kemal Gani Suarakan Pentingnya Pendidikan
NEW YORK, investortrust.id – CEO and Founder London School of Public Relations (LSPR) Institute of Communication and Business, Prita Kemal Gani menyuarakan pentingnya peran pendidikan dalam kewirausahaan sebagai upaya percepatan pengentasan kemiskinan.
Hal itu disampaikan Prita di hadapan sekitar 100 peserta di forum perempuan dunia yang diselenggarakan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), pada Senin (18/3/2024) di markas PBB di New York.
Komposisi penduduk Indonesia, kata Prita, memperlihatkan bahwa posisi perempuan sangat strategis, mengingat jumlah penduduk perempuan sebanyak 51% dan anak-anak sebanyak 39% dari total populasi nasional yang hampir mencapai 279 juta penduduk.
“Berangkat dari fakta itu, diperlukan peran pendidikan yang tepat dan merata untuk mengatasi ketimpangan yang ada. Ketimpangan yang ada di Indonesia dalam sektor pendidikan ini tidak hanya menghambat pertumbuhan pribadi dan potensi individu, tetapi juga terus berlanjutnya kemiskinan sistemik,” kata Prita yang dikenal juga sebagai President ASEAN Public Relation Network dalam keterangan yang diterima investortrust.id, Rabu (20/3/2024).
Baca Juga
Otorita IKN Ungkap Groundbreaking Ke-6 Fokus Sektor Pendidikan
Kehadiran Prita Kemal Gani di forum perempuan PBB (UN Commission Status of Woman - CSW) itu merupakan rangkaian kegiatan Hari Perempuan Internasional yang diselenggarakan PBB, sebagai upaya pemberdayaan peran perempuan yang semakin penting dan menjadi faktor penentu bagi pembangunan suatu bangsa.
Sementara itu, Ketua Umum Kongres Wanita Indonesia (Kowani), Giwo Rubianto Wiyogo juga menyampaikan, kehadiran Indonesia dalam forum PBB merupakan hal yang istimewa, karena PBB memberikan kepercayaan untuk berbagi pengalaman kepada dunia. Indonesia sendiri dalam hal ini diwakili oleh Kowani yang merupakan bagian dari badan dunia Ecosoc, organisasi di bawah PBB yang menangani ekonomi dan sosial.
Lebih lanjut, Prita mengajak para peserta forum UN-CSW yang ke-68 untuk ikut memperluas layanan pendidikan yang berkualitas dan mengatasi kemiskinan melalui pendekatan pendidikan yang inovatif.
Pionir Pendidikan Perempuan dan Anak
Prita Kemal Gani dikenal sebagai sosok yang memperjuangkan kesetaraan pendidikan untuk anak dan perempuan sejak 32 tahun lalu, dengan mendirikan LSPR.
Baca Juga
Ilham Habibie: Pendidikan Kunci Indonesia Menjadi Negara Maju dan Berdaulat
Sebagai institusi pendidikan, LSPR berkomitmen dalam menyelenggarakan pendidikan berkualitas dan menjembatani ketimpangan pendidikan maupun kesenjangan sosial dan ekonomi Indonesia.
Prita juga menerangkan, ada tiga aksi nyata yang telah dilakukan LSPR secara berkelanjutan dalam memberdayakan perempuan dan anak untuk melawan kemiskinan melalui pendidikan, seperti menjalankan program beasiswa, perluasan pendidikan, pelatihan dan keterampilan untuk usaha menengah dan kecil, serta mendirikan Kampus pendidikan yang sustainable dan inklusif.
Inisiatif yang pertama, jelas Prita, program Beasiswa merupakan upaya pemberian akses pendidikan kepada warga yang kurang mampu, mengingat pendidikan adalah investasi terbaik yang dapat diberikan kepada generasi muda dan kunci untuk mengatasi kemiskinan.
Inisiatif kedua, merupakan kegiatan pelatihan keterampilan untuk UMKM yang menggandeng kemitraan dengan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dan pemerintah untuk mengadakan program pelatihan keterampilan bagi orang dewasa yang ingin meningkatkan prospek pekerjaan mereka.
Baca Juga
Bappenas: Pendidikan Faktor Penting Keluar dari Middle Income Trap
“LSPR memiliki Pusat Bisnis Inovasi untuk mendukung dan mendampingi lebih dari 40 UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah) di Bekasi, Jawa Barat. Kegiatan tersebut sekaligus melibatkan dosen dan mahasiswa secara langsung,” terang Prita.
Prita melanjutkan, pihaknya berkomitmen menjadi kampus sustainable dan inklusif. Pihaknya juga menyelenggarakan pendidikan untuk mahasiswa berkebutuhan khusus untuk mendapatkan pendidikan dan keterampilan dalam dunia wirausaha pusat kegiatan London School Beyond Academy serta LSPR Centre for Autism Awareness. Tak sampai disitu, LSPR telah mendirikan SDG Centre untuk mendukung upaya pengentasan kemiskinan sekaligus mewujudkan kesetaraan gender.
“Hal lainnya adalah mendirikan Centre for Health and Gender Literacy yang telah menghasilkan beberapa penelitian dan memberikan masukan bagi kebijakan pemerintah di bidang Komunikasi Kesehatan,” imbuhnya.
Terakhir, Prita mengharapkan adanya kolaborasi yang nyata dari semua pihak, termasuk negara-negara anggota lainnya di PBB untuk mencapai tujuan bersama, yakni memperjuangkan kesetaraan pendidikan untuk anak dan perempuan dalam mengentaskan kemiskinan.

