Penjelasan Mengapa Juventus Geser Napoli di Piala Dunia Antarklub 2025
TURIN, investortrust.id – Juventus menjadi tim kesepuluh dari Eropa yang lolos ke Piala Dunia Antarklub 2025. La Vecchia Signora berhak mewakili Italia bersama Inter Milan, bukan Napoli, sang peraih Scudetto musim lalu. Kok, bisa? Begini penjelasannya.
Piala Dunia Antarklub akan berubah format. Kompetisi ini tidak akan mempertarungkan juara-juara kontinental saja. Sejak 2025, format Piala Dunia Antarklub berubah total menjadi 32 peserta.
Kompetisi ini juga tidak lagi digelar setiap tahun seperti sekarang. Piala Dunia Antarklub akan diselenggarakan setiap empat tahun layaknya Piala Dunia. Perhelatan tersebut dijadwalkan bergulir pada 15 Juni hingga 13 Juli 2025.
Baca Juga
Panggil Lisandro Martinez ke Timnas, Argentina Bikin Masalah dengan Manchester United
Salah satu tim yang memastikan tampil adalah Juventus. Pasukan Massimiliano Allegri akan mendampingi Inter Milan setelah Napoli telah tersingkir di Liga Champions. I Partenopei menyerah 1-3 (agregat 2-4) dari Barcelona di Estadi Olimpic Lluis Companys, Rabu (13/3/2024) dini hari WIB.
Kegagalan Napoli ini menjadi berkah untuk Juventus. Klub asal Turin itu berhasil mendapatkan tiket ke Piala Dunia Antarklub 2025. “Selamat kepada Juventus lolos ke Piala Dunia Antarklub FIFA 2025!” tulis FIFA di media sosialnya.
Kenapa Juventus? Itu karena Eropa mendapatkan 12 tiket. Jatah itu diberikan kepada enam liga terbaik di Benua Biru dengan masing-masing mendapatkan dua tempat.
Untuk menentukannya, ada poin yang harus dikumpulkan di kompetisi Eropa, khususnya Liga Champions, dalam empat tahun terakhir. Setiap kemenangan di Liga Champions bernilai 2 poin, imbang (1 poin), lolos ke fase grup (4 poin), lolos ke babak 16 besar (5 poin), dan fase-fase selanjutnya (1 poin per fase).
Dalam hal ini, Inter Milan menjadi tim Italia dengan poin terbanyak. Di posisi kedua terdapat Juventus, diikuti Napoli. Juventus saat ini punya 47 poin dan Napoli mengoleksi 42 poin.
Baca Juga
Termasuk Wilfried Nathan Doualla, Kamerun Hukum 62 Pemain Kasus Pemalsuan Umur

