Legenda China Li Tie Dihukum Penjara Seumur Hidup Kasus Pengaturan Skor
BEIJING, investortrust.id – Legenda sepak bola China Li Tie dihukum penjara seumur hidup oleh Pengadilan China setelah dinyatakan bersalah atas kasus korupsi dan pengaturan hasil pertandingan.
Li Tie dianggap sebagai salah satu pemain China paling berbakat di generasinya. Itu terjadi ketika dia menandatangani kontrak dengan Everton pada Agustus 2002 bersama rekan senegaranya Li Weifeng. Ketika itu, Everton disponsori perusahaan telekomunikasi China, Keijan.
Li Tie mendapat kejutan di Goodison Park ketika David Moyes memainkannya secara reguler di Liga Premier saat Everton finish di peringkat ketujuh. Hal itu meyakinkan Everton untuk mengontraknya secara permanen seharga 1,2 juta Poundstrling (Rp 23,7 miliar) pada Agustus 2003.
Li Tie dibebaskan oleh Everton pada 2006 dan bergabung dengan Sheffield United. Tapi, dia hanya bermain sekali untuk The Blades karena masalah cedera yang berkepanjangan.
Baca Juga
Reece James Cedera Panjang, Malo Gusto Tampil Bagus Sebagai Pengganti
Li Tie juga bermain 92 kali untuk China pada 1995-2007. Dia pindah ke Chengdu Blades, yang berafiliasi dengan Sheffield United, pada 2008. Kemudian, kembali ke klub kampung halamannya, Liaoning.
Setelah melatih di level klub, Li Tie menjabat sebagai pelatih sementara Timnas China setelah Marcello Lippi mengundurkan diri pada 2019 dan kemudian diangkat secara permanen. Li Tie menyelesaikan kariernya di China dan menjabat sebagai pelatih Timnas China pada 2019-2021.
Tapi, setahun setelah Li Tie meninggalkan jabatannya, jaksa penuntut umum di China mengeluarkan pernyataan mengejutkan yang mengatakan bahwa dirinya dicurigai menerima dan menawarkan suap di tengah tindakan keras terhadap korupsi sepak bola.
Li Tie mengakui bahwa dia membayar suap sebesar 3 juta Yuan (Rp 6,5 miliar) untuk menjadi pelatih tim nasional dalam pengakuannya yang disiarkan televisi di stasiun televisi pemerintah CCTV. Dia juga mengaku ikut serta dalam skandal pengaturan pertandingan untuk memenangkan promosi bersama klubnya.
Li Tie mengaku sukses mengatur pertandingan saat melatih Hebei China Fortune dan Wuhan Zall. Klub terakhir sukses memenangi promosi dari China League One (level kedua) sebagai juara pada 2018 ke China Super League (kasta tertinggi).
“Saya sangat menyesal. Saya seharusnya tetap menundukkan kepala dan mengikuti jalan yang benar. Ada hal-hal tertentu yang pada saat itu merupakan praktik umum dalam sepak bola,” ujar Li Tie dalam pernyataan di televisi China, dilansir Dailymail.
Li Tie telah dijatuhi hukuman penjara seumur hidup karena perannya dalam skandal tersebut. Sementara mantan Ketua Asosiasi Sepak Bola China (CFA), Chen Xuyuan, telah dijatuhi hukuman 15 tahun penjara karena penyuapan.
“Dengan memperoleh kesuksesan melalui cara yang tidak tepat, hal itu sebenarnya membuat saya semakin tidak sabar dan bersemangat untuk mendapatkan hasil yang cepat. Untuk mencapai performa bagus, saya terpaksa mempengaruhi wasit, menyuap pemain dan pelatih lawan, terkadang melalui klub yang berurusan dengan klub lain,” ungkap Li Tie.
“Perilaku ini menjadi sebuah kebiasaan, dan pada akhirnya, ada sedikit ketergantungan pada praktik-praktik ini,” pungkas Li Tie.
Baca Juga
Kontrak Tidak Diperpanjang, Eric Dier Jadi Free Agent di Akhir Musim

